Total Pengunjung Blog

Pengikut

Popular Posts

Rabu, 24 Agustus 2016
  1. Mengelola jurnal, tugas managing editor itu adalah melihat standar minimal dari paper yang ada, baru di lempar ke reviewer. Kendala mengelola jurnal di hilir ini adalah paper paper yang kualitasnya sangat buruk, 25 % yang hanya memenuhi syarat, padahal disaat yang sama kita perlu paper. Apalagi kita sudah menjadwalkan satu tahun 4 kali. DIKTI alhamdulillah ada 14 kali di berbagai kota, dan juga ada bantuan pengelola jurnal. Kadang aneh juga dikti ngasih bantuan, perguruan tinggi tidak mengasih bantuan. Rektor rektor aneh didunia ini, jadi dia g ngerti klo kita butuh jurnal ini, dikti udah g telmi, untuk internasionallisasi di bantu lagi.
  2. Dengan OJS kita bisa mengerim membuat eefisien dalam pengelolaan jurnal. Dulu kita harus cetak 500 buku, sekarang kita tidak perlu cetak banyak yang penting online, bisa dikutip orang, bisa dibaca banyak orang, semakin tinggi riputasi, semakin baik jurnal. Minimal jogja kita palign banyak akreditasi nasional.

Materi sesi 1 !!!!! Kebijakan publikasi ilmiah agus subekti!!!!

Pengelola jurnal itu masuk surga, karena pengelola jurnal itu orang orang gila, jadi g pernah dihisab , langsung masuk surga. Dulu pak agus pernah punya jurnal, akreditasi dapat B, merasakan susahnya mengelola jurnal, susahnya jadi orang gila. Kebetulan waktu ditugasi simlitabmas, jadi direktur, beliau mencoba menggerakkan aplikasi jurnal elektronik, apa bisa berhasil?? Setelah 4 tahun, kelihatan ada titik terang, ternyata kebijakan itu kira - kira kok sudah ada trak yang benar. Pak rektor sudah memberikan ilustrasi sangat baik.

Beberapa waktu yang lalu ada publikasi di kompas yang mengatakan bahwa kita klo dilihat indeks good country sangat tidak menggemberikan,. Tapi waktu itu kompas memberitakan hal ini dikaitakan dengan good indeks dengan tingkat korupsi. Negara negara yang rangking atas, tingkat korupsinya sangat rendah. Kaitan good country dan tinggakt korupsi. Yang paling menarik adalah salah satu aspek yang dinilai itu adalah namanaya science dan teckonologi, dan kita yang paling jelek. Dari 163 dinilai, kita di urutan 160, dari sisi science dan teknologi. Ada 7 parameter yang digunakan untuk menilai indkes tersebut. Malaysia ada di urutan jauh lebih baik daripada kita. Semua 7 parameter itu kita ada diwilayah negatif. Potret seperti ini kita sudah tahu lama, klo misalkan kita lihat globel indek inovation kita ada dibelakang, itu yang akhirnya melandasi beberapa kebijakan!!!! Ada dasar dasar kebijakan..

Dari 3 tugas tridarma, kita diingatkan lagi masing masing bidang ada 8 standar yang harus di peneuhi, ini merupakan standar minimal. Mewajibkan yang namanaya publikasi!!!!!

Untuk lulusan magister ada kewajiban untuk dipublikasi di jurnal terakriditasi, maka klo belum terpublikasi belum syah penyandang magister. Permasalahannya adalah berapa jurnal kita yang terakriditasi? Klo semaua magister mempublikasi jurnal terakriditasi, maka tidak cukup!!!!karena terbatasnya jurnal terakriditasi. Karena data dibandingkan mahasiswwa, maka kita kurang sekali jurnal terakariditasi, sehingga kita harus bekerja keras untuk menyelamatkan permenkes itu..

Klo peningkatan ISSN ke LIPI, sampai juli 2016 37300 jurnal, dan yang dikelola secara elektronik 12.000. yang terakridiatasi sebanyak 255 jurnal (cetak saja), plus 197 secara elektronik dan sisitemnya sudah jalan. Masih jauh dari angka 2000 tadi. Padahal aturan perundangan sudah habis batas toleransinya, harusnya udah wajib publikasi di jurnal terakriditasi.

Diambil grafik dari scopusa, 25 jurnal yang telah teriindeks scopus di indonesia. Belum tambah!!!!

Dari sisis perguruan tinggi dari waktu ke waktu kita lihat!!!ada perkembangan yang cukup menggembirakan, rupanya itb juga mentarget, kinerjanya luar biasa, dalam periode yang sama ITB bisa mengejar 1000 artikel. Rasa - rasanya bisa menyalib PT lain. Dan GAB nya semakins empit. 10 PT paling produktif menulis artikel di scopus, ITB< UGM< IU< IPB< BRAWIJAYAM ITS<AIRLANGGA, HASANUDIIN, DIPONEROGORO, PADJAJDARAN, ANDALAS, uns. KINERJA publikasi tenryata mencritakan baik tidaknya suatu perguruan tinggi.

Masalah open acces, kita sudah sepakat bahwa jrunal jurnal kita open access. Semuanya open access. Bagaimana caranya sebanyak sebanyakanya orang dapat membaca. Yang jelas yang pertama adaalah meningkatkan visiblisitas, minimal taruh di google scholer. Kemudian dengan meningkatkan jumlah citasi, tulisan didalamnya juga terangkat. Dan ini kita hargai sewaktu mengajukan akreditasi. Dimana terindeks juga akrediitasi. Salah satu pengelola jurnal open access jurnal ini awalnya juga kecil, tahun 2003 barud imulai hanya 300 jurnal, saat ini ada 11404 jurnal, . (data dari DOAJ, swedia). Kita berpikir kita akan menjadi besar 5 - 10 tahun lagi. Ternyata teman - teman juga cukup intens mendaftarkan jurnal agar open access. Sekarang ada 368 jurnal yang di idneksikan di DOAJ. Kita harus daftarkan di DOAJ. Dan perguruan tinggi memang yang mendominasi.

Apa yang harus kita lakukan untuk menignkatkan mutu jurnal dan jumlah publikasi!!!!

Kita menggunakan jurnal kita, cara menghargai jurnal kita juga kurang pas, jadi seolah olah jurnal kita memang kualitasnya di nomer duakan. (karena ada jurnal nasional, dan jurnal internasional, sehingga kita harus mengubaha cara pandang sehingga nanti ada jurnal ilmiah, jurnal terkareditasi, dan jurnal bereputasi internasional.

Dulu sebelum ada gerakan akreditasi jurnal elektronik, kita hanya mengakreditasi jurnal cetak. Kemudian dulu jurnal kita nasional juga bisa diberi label jurnal internasional tapi tidak pernah terjadi. Disisi lain, kita bisa menerbitkan jurnal itu dari awal jurnal elektronik, didkelela dengan baik, praktek jtata kelola dengan baik, kemudian di indeks kan , klo sudah di indeksan dengan pengindeks yang bagus, jadilah jurnal internasional.

Yang kita lakukan sekarang adalah dikti memberikan bantuan agar jurnal cepat terakrditasi namanaya BTBI-A (bantuan terbitan berkala ilmiah-A), agar dapat secepatnya terakriditasi. Klo sudah terkaritasi akan kita bantu lagi supanya bisa terindkes algi tapis yarat ada komeeinment dari perguruan tinggi. Karena rata - rata pimpinan perguruan tinggi tidak pedulu dengan pengelola jurnal. Setidaknya da kantornya pengelola jurnal.!! Kedua ada sdm yang didikated untuk mengurusi jurnal. Kemudian ada bantuan finansial /fasilitas untuk runningnya. Paling tidka ini menyadarkan untuk pimpinan PT bahwa jurnal tidak bisa dikelola main main. Belum bisa terlalu banyak, sekitar 45-75 juta untuk bantuan tersebut, (akreditasi nasional). Kita sudah meninggalkan paradigma jurnal cetak ke jurnal elektronik. Dengan berjalannya waktu, kita buatkan sistem akreditasi, cara menilainya juga harus berbeda dan ini sudah terjadi. Kemudian masih ada sekdiitk masalah, kita punya dua institusai yang mengakriditasi yakni LIPI dan DIKTI. Sekarang harusnya mestinya jadi satu, dan saat ini dalam proses menjadi satu., dan kita siapkan permen untuk menggabungkan keduanya. Semuoga sistem akreditasi kita yang namanya arjuna dapat mebnjadi embrio sistem scopus. Kita sudah tidak menerima akreditasi cetak mulai 1 april 2016.

Bapak ibu tidak jadi borang macem macem, kita ikuti aja jurnal akreditasi via arjuna, begitu sumbit, kita akan proses akreditasi. Klo misalkan dua tahun jurnal yagn semula B, maka bisa diupgrade menjadi akreditasi A. Setelah akreditasi sudah puas, dan biasanya menjadi lengah dan tidak terakariditsai, akan dilakukan secara periodek..

Akreditasi jurnal nasional itu melalui sistem yang namanya ARJUNA!!!!!

SOOO...langkah UMY adalah 1) membuat jurnal masuk ke OJS

  1. Tata kelola jurnal dengan mendaftarkan ke DOI dan DOAJ
  2. Akreditasi di ARJUNA.

Mimpi berikutnya dari ARJUNA kita pyunya sistem akreditasi sendiri sehingga siapa tahun bisa mengalahakan sccopus.!!!suatu saat yang akreditasi itu bisa jadi jurnal dari negara lain.!!!ini sedang dikembangkan.

PEMBICARA KEDUA GAYA SELINGKUGN PORTAL e-JOURNAL SESUAI AKRDITASI DN INDEKSASI

I Istadi

Gaya selingkung dari portal E jurnal agar sesuai dengan kriteria akreditasi

Materi bisa diundah di www.goo.gl/er6EyY

Saya akan mulai dari kriteria yang menurut tim PAK. Ini krteria minimum dikatakan jurnal nasional . Jurnal nasional itu bahasanya boleh campur (bukan biliqual), jadi maksudnya ada paper yang berbahasa inggris ada yang berbahasa indonesia, bahakna berbasha inggris semua boleh jumlahnasional itu. Penulisnya setiap terbitkan ada dua institusi yang berbeda, dewan redaksi juga ada 2 institusi yang berbeda (minimum). Di akreditasi tidak ada ketentuan berapa persen dari luar dan beberapa dari dalam, tapi patutunya berapa. Kemudian terindeks, terindieksi dimana/????levelnya berbeda maka scor akreditasinya ebrbeda.

Ini adalah rute pemnajminan mutu jurnal nasinal dan atau menunju jurnal internasional...

clip_image001

Sangat berkaitan antara online dengan indeksing.

Dapat juga dibuat rute seperti ini :

clip_image002

Tetep artikel adalah kriteria akreditasi, harus dari awal artikel dari kualitasnya. Artikel yang baik menurut akriditasi bagaimana

Persyaratan akreditasi adalah dua tahun terakhir!! Klo 1 tahun 2 kali maka 4 terbitan.

Setiap tahun jurnal harus terbit 2 kali minimal.

clip_image003

Setiap terbit sekurang kurangnya 5 artikel, tidak harus 10, tidak harus 200 halaman, sekurang kurangnya 5 artikel. Yang diatur dalam syarat akreditasi adalah jumlah artikel yang terbit.

Terbit pertama 10 artikel, terbit kedua 5 artikel, ini tidak bijak, harus diatur jangan terlalu drastis.

Dikatakan terkaridtais jika nilai lebih dari 70 keatas

clip_image004

clip_image005

Yang berwarna biru kaitannya dengan substansi isi, bisa perartikel atau jrunal

Ada orang tanya ::

setiap tahun kita harus sama 1 tahun 10 tapi 5 5, (2 kali terbit), kita mintakan setelah 2 tahun, maka dilakukan evaluasi. Yang selanjutnya , gimana/??

Setelah terakriditasi, maka pada tahun ke 3 , akan di revaluasi, !!!secara online. Maka ditahun ke 3 ada warning, surat peringatan! Didalam SK akreditasi, subdit akreditasi jurnal dapat mencabut akreditasi.

Lanjtu materi

Dari penamaan

clip_image006

Nama ini yang paling benar adalah sama atau tidak yang didaftarkan dengan ISSN. Ini yang paling penting. Coba di cek di ISSN.pdii.lipi.go.id coba disearch kata kunci nama jurnal, kira kira sama atau tidak, karena para pengelola jurnal sering melakukan 5 hal ini :

clip_image007

clip_image008

Jangan sampai kita menggunakan karakter karakter yang aneh, karena kadang kadang para pengindeks itu tidak bisa nanti kesulitan mensearching, cos karakter aneh itu bahasa program sehingga agak susah di cari nanti. Nama jrunal yang wajar wajar saja, tapi jangan gara - gara ini trus mengubah nama jrunal. Coba dicek saja apakah sudah sesuai atau belum.

clip_image009

Ternyata setelah di cek cetak dan online, namnya tidak boleh berubah..

clip_image010

Contoh JKAP, dulu cetaknya tidak pakai JKAP, sekarang pakai JKP. , ini yang terjadi kebanyakana seperti ini,,.. Klo reques issn harus sesuai.

Lanjut

Penerbitnya, di protal depan jurnal, harus jelas nama jurnal, nomer issn, siapa penerbitnya. Klo di terbitkan oleh lembaga penelitian atau univ nilianya dua. Klo fakultas atau prodi nilainya satu.

clip_image011

Pengelola jurnal itu ada dua jenis namnya mitra bestari dandewan redaksi

Mitra bestari bukan dewan redaksi dan dewan redaksi bukan mitra bestari

Mitra bestari nilainya paling tinggi 5

Dewan redaksi paling tinggi nilainya 3

Intinya adalah rekam jejak publikasi ilmiah.. Klo kita punya orang orang terbatas, jangan semua diletakkan di Mitrabestari semua atau dewan redaksi semua. Silahkan diatur intinya bukan karena jabatan prof atau dr, tapi dari rekam jejak publikasi ilmiah. Usahakan yang punya kualitifasi publikasi internasional diatas 60 % . Misal

clip_image012

Klo mitrabestari tidak pernah publikasi berapa nilianya :?? Nilainya 1. hati - hati, ini dapat diupayakan supaya dapat skor mitra bestari

Dwan penyunting atau mitra bestari trak record publikasinya harus ada di jurnal masing masing. Nama bila di klink maka akan muncul trak record.

clip_image013

Setiap nama nama harus dilengkapi seperti biru biru bila diklik akan menjadi seperti ini

clip_image014

Ngisinya dimana??di profil. Di URL

CV itu wujudnya apa????bisa pakai profil google scolar, boleh dilingkan di scopus idea, atau dua duanya boleh ditampilkan. Klo g punya, silahkan di PDFkan, lhalu di drobbokk atau google drive, sehingga semua terlengkapi dan tersedia di protal masing masing.

Yang dewan penyunting juga seperti itu.

Contoh yang tidak tepat...

Klik euis soliha, ini g bisa ada CV nya, ini g bisa dinilai..

Tentang pengelolaa!!!

Masih ada yang bendahara??sekretaris redaksi???sekarang sederhana saja.!! Cukup Ketua penyunting, dewan penyunting, dan penyunting pelaksana!! Cukup ini aja... Fleksibel saja.

Satu lagi yagn dinilai adalah tentang dokumen reviewnya, itu punya boobot nilai dua.. ~~~~

Selama ini reviewnya by email, by hard comen, atau by dua duanya?!!!! Ndak ada masalah!! Ada yang ngetik di email, emainya di PDFkan nati diupload. Klo ngorek ngorek nanti diambl discan atau di foto di pdf, lalu upload. Atau pakai insert coment, boleh silahkan. Yang dilihat adalah isi komentarnya!!klo komentarnya tadi font, ini bukan urusannya mitra bestari, ini spasinya kok dua, ini bukan urusan mitra bestari. Ini nilainya nol. Harusnya komentarnya adalah dengan substasnsi. Klo maslaah font adalah urusan editor. Bahasa urusan penyunting bahasa. Cara mengupload 2018 kita boleh diperbolehkan tanggal upload tidak dipermasalahkan dengan tanggal terbitnya. Setiap paper ada bagian reviewer, kemudian di upload disini.

Petunjuk untuk penulis nilainya dua!!! Yang seperti apa nilai dua??yang nilai satu hanya ngatur font, rata kiri berapa kanan berapa, spasi antar kalimat, jenis huruf, ukuran huruf, dua kolom atau satu kolom, ini namnaya lengkap dan kruang jelas..

Nilainya dua adalah klo setiap bagian artikel ada pentunjunya...

clip_image015

Bagus lagi klo ada templatenya. Beberapa jurnal tidak bisa menggunakan template!!!karena menggunakan corel dll.

Gaya dan format nilainya dua juga..yang dimaksud adalah konsistensi antar terbitan.!!!!jurnal ini harus silahkan menentukan gaya selingkugn sendiri sendiri, konsisten lognya dll..

Ketika tidak cermat didalam menentukan gaya selingkungnya atau formatnya, maka dapat terjadi nama jrunal tidak terbaca di referene manager.. !! Dibagian pertama harus ada nama jurnalnya..!!! Karena jika tidak , tidak akan terbaca di reference manager. Atau judul kepaala menggunakan format gambar, maka tidak akant erbaca dengan renference mager, so harus pakai font.

clip_image016

Judul sirahaannya klo bisa berada di halaman pertama artikel..

Tiap lembar harus ada nomer ISSN nya.

Penyuntingkagan managemen tata kelolanya.. Selama ini submit masih ada yang pakai CD?????flasdisch???? Salah satu pengindeks, asean citation index, mensyaratkan harus online submition. Klo terima lewat email, atau CD, maka tidak eligible. Harus kita mulai dengan submition. Cara merintiskan , sekretariatan bikinin akun, agar dia login, lama lama tertarik online.

Klo yang masing pakai buku batik besar nilainya 0,5.

clip_image017

Klo udah online penuh, semua dokumen akan terecord secara online, tanggalnya rile team.

Sudah tidak ada lagi lewat dokumentasi email.

Jadwal penerbitan ???

Masih ada yang nyarutan???? Hati hati klo masih ada yang seperti ini, yang bikin ketahuan gini, paper 2015 kok ada referensi 2016. bagiamana bisa dapat nilai maksimal jika demikian???

Masalah penomoran penerbitan ?? Adalah pakai volume nomer, volume harus pakai arabik, dan berurut...

Lebih baik lagi jujur terbit bulan december, uploadnya decermber..terbitnya gustus, upload juni (g papa, jujur), ini bagus!!!!karena segera terindeks, dan dapat segera publish.maslaah copyright, pengen segera claim itu temuan saya. Jangan sampai orang submit, publishnya tahun depan. Klo dielsiver itu sekarang bulan september sudah menerbitkan bulan desember., desember sudah menerbitkan untuk bulan februari.

Jumlah halaman tidak harus 200, karena persepsinya gawat, karena ada jurnal yang spasinya artikelnya dua, ini adalah akibat halaman 200. akreditasi tidak mengatur ini. Nomer halaman harus dilengkapi seperti ini.

Oplah !!!!!sistemnya online. Perhitungan pelanggan tidak lagi eksemplar, tapi menggunakan namanya visitor. !!!! Lho ini tidak membaca orangnya visit saja., sementara g papa. Kunjungan unik pelanggan > 50 , pakai IP, menunjukkan lokasi. Lokasi berbeda, menunjukkan pelanggan yang berbeda... Ini masih diakali dan boleh!!!

Boleh pakai vitur unik visit,

Daftar pengindeks silahkan ditampilkan listnya...

clip_image018

clip_image019

clip_image020

Penampilan,??? B5 tidak apa apa, Cuma nilainya beda 0,5. tata letak angan ngirit ngirit, resolusi PDF harus berkaitas, resolusi tinggi.

Lebih 200 atau tidak, Cuma beda nilai..

Subsantasi isi dinilai perartikel oelah asesor!!!

Cakupan keilmian dinilai pernjurnal...

Klo jurnal bunga rampai maka cakupan keilmuan adalah nol.

Aspirasi wawawsan adalah distribusi asal penulis. Klo penulis dari lokal nilainay nol. Klo kuncinya klo bisa scopenya nasional. Kemudian kepioniran/novelty bobot nilainya 6. nilai nilainya 6 ini harus dikawal sejak proses review,.sebagai editor klo belum ada novelty reviewernya, maka editornya boleh. Buktinya apa klo dia baru??? Harus ada kajian literature yang munjudstifikasi noveltynya itu. Telaah pustaka yang related saja. Referensi yang dipakai dari state of the art sebaiknya harus dari primer dan 10 tahun terakhir contoh jurnal dipendahuluan kaya dibawah : g ada refernsi sama sekali, tidak pernah melihat adakah oran glain yang meneliti atau belum, karena tidak jelas noveltynya.

clip_image021

Ini contoh satu paper bidang seni

clip_image022

Tapi menurut dia top!!

Penahuuluan muncul novelty pernaytaan yang menyatakan novelty, paper ini mau apa?!! Berdasarkan dari mana!! Ini diaatas bidang seni. Nanti akan di upload id folder

Dampak ilmiah sitasi juga dinilai...sudah membuat profil sitasi pakai google?????gimana mau dapat sitasi??wong tidak pernah deseminasi. Klo kita punya facebook, maka sebaiknya posting di FB.

Daftar psutaka sumber primer bobot nilainya 9, perbandingan litarutre primer skudner atau primer (80 % harus primer, seperti tidak harus jurnal, bisa buku hasil penelitian, artikeil di jurnal ilmiah, situs sejarah, prosiding konferensi, lain lain yang bersifait akarya asli. (yang menjaga siapa???rivewer harusnya, tapi kita tidak care, maka sebagai editor kita harus menjaga ini).

clip_image023

Udah dapat nilai 58, ya harus dapat nilai 5 dalam akreditasi.

clip_image024

Contoh diatas lemah...

Derajat kemutakhiran nilainya 5, derajat 10 thun terakhir. Pembahasa punya bobot nilai 3, kesimpulan dan analisis ada bobot nilai sendiri

Pembahasan memuat tiga unsur palaing tidak.. What, how, hwy, what aelese,,. Harus membandingkan dengan punya orang, citasi jurnal lain., dibandingkan dengan baigian yang ad di state the art salah satu atau salah dua.. Simpulancukup membahas tujuan, tidak membahas lagi..cukup membahas tujuan..

clip_image025

Judul itu hampir kebanyakan proses!!!!!, harusnya highlight!!!

Abastrak itu hati hati, padahal backgroun d umum tidak wajib!!!!!!

Cara menulis menyarankan menggunakan reference meneger mendeley

Eticks

Materi III. ARJUNA !(Akreditasi jurnal nasional! ))!!

PENGELOLAAN JURNAL MELALUI ARJUNA.

Materi III. ARJUNA !(Akreditasi jurnal nasional! ))!!

PENGELOLAAN JURNAL MELALUI ARJUNA.

Bagaimana cara mengaskses arjuna?? Untuk mendaftarkan supaya jurnal kita dapat terakreditasi!!!

Tidak sesulit dari apa yang dijelaskan pak istadi tadi. Kita tidak membahas mengenai kaitannya dengan jurnal itu sendiri, tapi adalah abgaimana ketika sudah mengelola satu jurnal kemudian kita akan mengakrdetiasikan?!! Intinya dalah kita mendaftarkan ke ARJUNA terlebih dahulu. Kita punya jurnal dan kita daftarkan. Dan yang kedua kita mengenalkan bahwa pengelola itu adalah benar benar kita termasuk editornya, section editor, reviewernya, termasuk seluruh komponen dari pengelola jurnal itu sendiri. Sama halnya ketika kita mempunyai jurnal secar a manual, hanya secara elektronik. Termasuk sebelum proses akreditasi itu seniri, kita diberi kesempataan evaluasi diri mengenai jurnal kita, yakni outputnya adalah kita dapat nilai sebelum kita akreditasi. Evaluasi nya adalah 8 komponen tadi dan kita harus objective dalam melakukan peneliaian tersebut...

Bahwa untuk proses akreditasi, mulai 30 april 2016 bahwa semuanya sudah harus online. Klo dulu di kita mempunyai jurnal /cetak , maka dalam proses akreditasi sekarang kita memiliki jurnal yagn di onlinekan, bolhe tetap ada , dan boleh dihapuskan.

Klo kita punya akreditasi versi cetak, tidak apa apa, habis, baru di akreditasi lagi!!!!!

Sejak 2016, yan gdinilai adalah online!! Tidak ada versi cetak!!!!

Persyaratan akrideitasi TBI

Memiliki ISSN (e-issn dan atau p-issn)

Mencantumkan persyaratan etika publikasi diwebsite jrunal

Terbit berkalah ilmiah harus bersifat ilmiah

Telah terbit paling sedikit 2 tahun,

Fekreunsi tebitan sedikita 2 kali/tahun

Dll (di ppt)

Kira kira yang

Tentunya pada proses pendaftarkandan akreditasi ada bagan alurnya yang komplikated... Kita cukup melihat yang sebelah kiri warna kuning dan abu abu saja......, kita lakukan mendaftarakan terbitan terlebih dahulu, selanjutnya mengajukan prosese akrditasi jurnal , dalam proses pengajuan tersebut kita harus mengisi borang identistas, melengkapi jurnal identitas kita, kemudian mengisi broang penynting, bran perkemabngan terbitan berkala ilmiah, termasuk artikel dimana online itu bisa diakses, setiap artikel periode peneliaian akreditasi, setiap artikel bisa diakses dimana.. Cukup yang warna kuning saja yang dilihat.....proses proses secara eletkrronikd apat menilai secara sistem tersendiri apakah benar benar portal portal elektronik. , nanti kita akan praktek bersama proses porses managemen elektronik yang sebenarnya seperti apa. Kemudian artikel selama periode akreditasi akan dinilai oleh accesor kontent. , substani artikel !!!

Yang susah adalah isinya!!!!!!

Jadi langkah langkah akreditasi di arjuna

  1. Membuat akun
  2. Mendaftarkan jurnal
    1. Klo kita punya 3 jurnal, maka dapat mendaftarkan ketiga tiganya jika pengelola fakultas.
  3. clip_image001[5]

clip_image002[5]

clip_image003[5]

clip_image004[6]

clip_image005[6]

clip_image006[5]

clip_image007[5]

clip_image008[6]

clip_image009[5]

clip_image010[4]

clip_image011[4]

clip_image012[4]

Yang membuat akun ini adalah pengelola jurnal, bisa prodi, fakultas, ataupun universitas.

clip_image013[4]

Ketika pengajuan akritidatasi kita klik pertama kali, maka kita diminta untuk login penelia, yang dimaksud adalah akses masuk ke jurnal tersebut yang leelnya adalah sebagai jurnal manageer yang nantinya user tersebut akan bisa digunakan oleh assesor untuk mengakes jurnal kita. Jurnal manager ini dapat mengangakat editor atau mengangat revieer , kewwaenangan ini harus diberiikan sementara oleh assesor!!!!. Assesor hanya melihat proses nya, apa betul betul dilakukan secara elektronik tidak.

clip_image014[4]

Tahapan selanjutnya adalah kita melakukan evaluasi diri. Ketika sudah selesai memberikan akun, kita klik evaluasi diri!!! Kita harus meneliai mengenai jurnal kita sendiri, baik dari sisi managemen ataupun content (substantsi), dilakukan oleh kita sendiri..

clip_image015[4]

 

 

kita juga boleh menyicil daftar dulu, sampai proses pendaftaran.

Rabu, 13 April 2016
Andy sebenarnya ingin menjelaskan bagaimana cara membayar pajak dan mengisi spt tahunan. Akan tetapi sepertinya, diforum ini, hal tersebut ane skip terdahulu, andy anggep semua teman teman disini sudah mengerti bagiamana cara mengisi spt tahunan.  Kali ini andy ingin membahas tentang pajak yang merupakan variabel cost serta membuat kawan - kawan sadar di neraca aktiva pasiva bahwa kita memiliki hutang  selain hutang dagang, hutang bank, yakni hutang pajak, sehingga nanti kita tidak kaget jikalau tiba tiba saja mendapatkan surat himbauan kurang bayar pajak tahun tahun lalu. But, ini hanya hasil pemikiran saya melalui pengalaman pengalaman beberapa tahun, sehingga tetap disclaimer on.
Di Era ini, pajak menjadi variable cost, dimana semakin tinggi omzet kita maka cost yang dibayarkan juga semakin meningkat.
Sebelum memulai lebih lanjut, saya ingin menggambar sebuah bagan, yang mana nanti bagan ini dapat memahamkan kawan kawan tentang data administrasi apa saja yang harus disiapkan oleh kawan - kawan bila berurusan dengan pajak.
Monggo silahkan menafsirkan sendiri, mengapa harus dipisahkan sedemikian rupa!!!
Dari omzet yang mana kita membayar pajak? tentunya dari total buku omzet perbulan tersebut di kali 1 %.
Ingat konsep yang kemarin saya bilang, jika ada kasus dengan orang pajak, maka harus diselesaikan ditingkat Acount representatif!!!! Karena jika kita tidak mengindahkan himbauan surat tersebut , maka akan ada himbauan ke II, peringatan I, peringatan II, jika tidak diindahkan, maka kasus ini oleh AR akan dilimpahkan ke bagian pemeriksaan. Nah..klo sudah dibagian pemeriksaan ini, kita akan susah sekali menghindar, bahkan mereka biasanya akan mencari cari pajak yang belum terbayarkan sehingga kerugian yang kita hadapi justru semakin besar, bahkan banyak pengusaha yang tahap pemeriksaan ini justru bisnisnya menjadi menurun, karena membutuhkan energi yang sangat besar sekali mengurusi permasalahan ini.

Data yang terekap disoftware pajak adalah pembelian yang mengandung ppn. Jika kita mampu secara lengkap mengumpulkan fakturnya setiap bulan dan buku stok setiap bulannya selalu di update penambahan maupun pengurangan, serta buku omzet, maka sesungguhnya kita sudah aman dan memiliki barang bukti jika sewaktu waktu kita mendapatkan surat cinta dari pajak. Silahkan datang ke pajak, ke AR, bawa barang bukti kawan - kawan semua, dan jelaskan kepada AR tentang hal tersebut. Maka AR pajak akan mengerti tentang data data tersebut!!!.

Pertanyaannya adalah, bagaimana agar kita dapat membayar pajak lebih murah? Jawabannya adalah mengapa anda tidak bangga membayar pajak besar? Yang artinya bisnis anda sukses !!!

Bukan ini yang akan saya bahas, tetapi bagaimana neraca aktiva pasiva yang akan kita bahas. Misal neraca awal kita adalah sebagai berikut :

Neraca awal   
Asset :
Uang cash  : 5.000.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 50.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 0


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 0

56.000.000
56.000.000

Misal bulan ini kita mendapatkan omzet secara cash 30.000.000 dengan keuntungan 10 %, maka persediaan yang berkurang adalah 27.000.000 dan laba adalah 3.000.000
Neraca berubah menjadi seperti ini :

Asset :
Uang cash  : 35.000.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 23.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 0


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 3.000.000

58.000.000
58.000.000

Karena pajak adalah variabel kost pajak yang harus kita bayar adalah 1 % dari omzet, maka 300.000, sehingga laba berkurang 300.000 dan kita memiliki hutang pajak 300.000 , neraca menjadi seperti ini
Asset :
Uang cash  : 35.000.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 23.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 300.000


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 2.700.000

58.000.000
58.000.000

Nah...disini kita lihat mau bayar pajak berapa? Mau berdasarkan pembelian ppn, atau pembelian total, atau omzet ppn atau omzet total, terserah. Tapi yang perlu diingat adalah anda memiliki hutang pajak 300.000 dikurangi dengan pembayaran pajak yang anda lakukan.

Misal pajak yang anda bayar adalah 150.000, maka neraca akan menjadi seperti ini :
(uang cash berkurang 150.000, dan hutang pajak juga berkurang 150.000)
Asset :
Uang cash  : 34.850.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 23.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 150.000


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 2.700.000

58.000.000
58.000.000

So....anda memiliki hutang pajak 150.000, yang sewaktu waktu kemungkinan akan disurati oleh pihak pajak, jadi jangan coba coba teman – teman kumudian bilang “lho....saya tertip mbayar pajak kok, masih tetap saja disurati !!!!”.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran teman – teman, bahwa kita harus memiliki cadangan uang cash yang sesuai dengan pajak yang belum kita bayar, agar perusahaan kita tetap berlangsung tanpa harus melakukan amputasi. Melek finansial tentunya sangat penting !!!



Sabtu, 12 Desember 2015
Silahkan di share, enteng enteng aja, karena ada rahasia marketing langit.!!!
Hukum pertumbuhan bisnis yang kita pahami, survive, grow & Lead (mulai memimpin). Tiga fase yang pasti alami ketika kita istiqomah membesarkan bisnis kita. Itu tiga indikator bisnis kita ada dimana. Fase lead itu, jangankan duwit, kompetitor itu datang untuk menjadi mitra. Fase survive indikatornya penderitaan tanpa akhir. Yang lucu, pada fase survive itu, teman - teman pada menjauh juga, bahkan bank juga, fase survive ini duwet susah banget datang kepada kita, susah sekali untuk datang kepada kita. Biasanya dialami oleh perusahan baru dan perusahaan bermasalah. Perusahaan baru : 1 karena dia belum punya pelanggan, akhirnya mencari pembeli pembeli baru, pembeli pembeli baru juga ragu, apakah pemain baru cukup asik klo bertransaksi dengan kita. Pada fase ini ada perbaikan secepatnya dan raih simpati pasar secepatnya supaya pasar mau jadi pelanggan kepada kita, karena pelangganlah yang sukarela untuk datang belanja lagi - belanja lagi. Fase survive itu tujuannya membangun reputasi, brand.
Fase grwo ketika pelanggan sudah mulai banyak, pelanggan datang sendiri. Beda pelanggan dengan pembeli baru adalah pelanggan sudah punya eksperient menggunakan transaksi kita, sedang pembeli baru sama sekali belum bertransaksi dengan kita, masih meragukan etikat baik dari kita.  Memaintainance pelanggan agar tidak kabur.

Fase leading adalah fase dimana agar kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada agar dapat duwit. Kompetitor aja bisa ngantri menghasilkan duwet. Fase leading itu duwetnya ngantri ngantri untuk dijualin. Kapan kita bisa grow secepatnya, lead secepatnya?? Nah...dengan the great marketing road map ini harus dilakukan tahap demi tahap, tidak boleh lompat lompat. Karena satu langkah menjadi pondasi berikutnya. 3 langkah ini bisa diurai 14 langkah. Klo kita produk , maka harus mentarget penjualan per item perharinya, harus diselesaikan bagaimana caranya laku.

Apapun yang dipelajari di buku apapun, kita pasti akan ktemu 4 hal ini : brainstroming, stroming, normalizing, performing. Ini adalah sikulus perubahan yang harus siap anda hadapi dalam membesarkan bisnis. Semua yang kita pelajari, hanya akanmenghasilkan sesuatu , ketika yang dipraktekkan. Ketika dipraktekan akan bertemu seribu macam ketidak edealan dan seribu macam permasalahan.  Begitu di jalani, maka tentunya saat ketidak edealan tersebut membuat besoknya menjadi tidak semangat. Fase stroming adalah disini, ada perlawanan karena beribu permasalahan tersebut. Otak (brain nya hilang). Pada saat normalizing, pokoknya saya harus tetap jalan untuk membuat target, pokoknya saya harus tetap jalan membuat target, besoknya coba lagi ketika hari ini gagal, coba lagi, coba lagi, masalah ada, tapi terobos, masalah ada tapi terobos. Lama - lama, klo dipaksa terus jalan, maka akan mulai terbentuk performancenya. Disini kita kemudian akan melakukan temuan - temuan masalah baru dan kembali ke fase brainstroaming-stoarming, normalizing, performance. Fase ini tidak bisa diskip saja begitu saja. Harus dilewati meskipun menyakitkan. Begitu reputasi kita dapat, apapun yang kita jual akan mudah.
Maka, fase ini menyakitkan ?? Iya!!!jika kita tidak lewati, dan kita acuhkan , maka fase kita berada dalam fase survive saja, tidak naik ke fase growt.

Berapa Rp target pendapatan yagn anda harapkan dari bisnis anda setipa bulannya? Berapa milyar?berapa ratus juta? Sudah ada blue print strateginya?apa pengorbanan yang siap anda lakukan utnuk mendapatkan semua itu sercara rutin dalam 3-6 bulan kedepan? Dari target ini kita bisa membuat rencana kerja dari hari perhari, sehingga kita bisa target secara keseluruhan. Belum di bagi perproduk, kira - kira mungkin g kita jualan sesuai target perhari tersebut? Bagaimana caranya?(ini nanti....) setidaknya kita harus tahu caranya mencapai target tersebut, serapan pasarnya, lokal, regional, nasional, internasional. Nama besar harus dibangun

Contoh kasus :ada sebuah lemabga pendidikan (doni bening photographer), dia kemarin dengan semangat banggaknya dapat omzet 1, 7 milyar dari 23 cabang, kantor pajak seluruh jawatimur. Dia cerita , bisa g ? Penghasilan 1, 7 milyar ini dikunci? G perlu nyari nyari!!! Ini dapat 1, 7 tapi jalan - jalan? 1, 7 tapi g perlu keluar dari daerah???membangun customer base (membangun basis pelanggan, karena pelanggan ini akan datang terus menerus,),kita harus tahu market size yang akan kita jadikan pelanggan itu!!!

Tolong dicoacing agar dapat mahasiswa yang tergerus oleh UMM, Unibraw? Masalah yang dihadapi puluhan ribu mahasiswa yang berhasil di grap oleh UMM, brawijaya adalah mahaiswa yang skripsi, bermasalah di skripsi. Bimbingan skripsi 5 juta sampai lulus. Kita harus sensitif untuk hidup dari masalah orang lain. Karena didalam kerumuan maslaah tersebut adalah uang!!!!

Mau ditarget 1 M, 500 juta, ini enteng sebenernya, klo kita MAU TAHU!!!pasti ada jawabannya!!!!!Yang namanya target pasti butuh syarat dan ketentuan berlaku, berarti harus rela melakukan apapun untuk mendapatkan itu dalam jangka waktu 3-6 bulan. Proses ini terlihat dalam waktu 3 bulan, klo dalam 6 bulan g cukup, maka ada proses yang salah. Banyak teman - teman yang punya usaha, setiap harinya bengong!!!!jadi selain target uang, maka juga harus ada jangka waktunya.

Salah satu teknik untuk memecah target , dengan menjalankan tiga pilar :
Target sebesar apapun, akan berer dengan tiga pilar ini. 
  1. Perbanyak pilar pemasukan (
  2. Bangung keunggulan bersaingnya
  3. Jalankan pemasaran berkesinambungan (kemasan mendukung pemasaran berkesinambungan)
Packing itu barang yagn biasa menjadi wow, naik 125 ribu biaya produksi, tetapi nilai jual 100-200 kali lipat.

Rahasia membangung peilar pemasukkan yang effective adalah klo bangunan ditopang oleh 1 pilar atua 2 pilar saja pasti runtuh, dalam bisnis juga begitu. Klo kita hanya mengandalkan satu produk untuk mencapai satu target pasti berat. 
Pilar - pilar terbentuk dari 4 hal (mastering supply & demand warfare), :
  1. Sediakan produk atau jasa yang menjadi better solution bagi masalah yang diahadapi oelh pasar.  (Kita terjebak pada produknya!!!bisnismu apa??? Bisnis kita adalah membantu pasar. Klo penjualan seret, jangan jangan kita belum mendifinisikan ulang bisnis kita. Ini adalah kunci utama kita harus mengetahui ini!!tidak terjebak pada produknya, tapi bisnis kita itu adalah membantu menyediakan solusi yang lebih baik bagi maslaah yang diahapi oleh pasar dengan suatu produk. Apapun bisnis kita adalah membangun aset, bukan mati hidup sebuah produk. Banyak teman teman kliru, tersesat, mati matian membela produk. Hanya berjibaku pada satu ranah saja dan kadang tidak tepat sasaran.) Bisnis harus memberikan solusi, klo pun bisnis kita memberikan solusi, klo tidak lebih baik , ngapain juga pembeli harus beralih ketempat orang lain.   Masing - masing punya produk turunan. Misal property, maka setelah jualan rumah, maka produk turunannya adalah bagaimana cara memantaince ya, karena kita tahu struktur bangunannya, seperti renovasi, interior exterior design, landscaping, taman, pasang solar sell. Nek apotek apa aja????


  1. Kenali serapan pasar dan spot areanya (kita harus mengenali membangun pilar yang efektif, yang palign gampang adalah definisikan kembali arti dari bisnis kita, bisnis kita sebanranya adalah membantu menyediakan solusi yagn lebih baik bagi masalah yang diahadapi oleh pasar, bisnsi kita hanya akan terus hidup selama pasasar terus bermasalah dengan hidup mereka). Satu contoh lembaga pendidikan indonesia yang membikin pasar expart. Dia tawarkan 9 juta untuk pelatihan itu kepada para expatria. Dalam 1 tahun dia tidak lebih dari 85 juta. Lalu tanya pak las, gimana cara mengenali ini? Modul ini yang membutuhkan memang orang asing, tapi bisa jadi, orangnya tidak harus di indonesia.  Maka buatlah online, bisa diakses pertahun, hp, dll. Yang bisa dibidik tahun pertama , ketiga sekitar 10 juta orang x 25 dolar =3,5 trilyun. Dengan mengenali serapan pasarnya saja, bisa luas sekali. Cerita ibu ibu terpuruk bapak ibunya terlibat /terjerat investasi bodong terjerat 750 juta.  Lagi dines di tawian dosen mandarin, inggris , g tega dia pulang untuk membantu bapak ibunya. Beliau balik ke indonesia, bingung usaha suaminya tidak bagus bagusnya, lagi declear . Mbk nya ini pulang , harus punya usaha. Dirumah yang ada hanya mesin jahit padahal dia juga tidak bisa jahit. Dengan sisa uang yagn ada jual barang bekas, sempet sempetnya beli buku. Dia contek habis studi kasus perusahaan garmen yang head to head melawan bread nasional. Dia punya produk , mereka bikin cataloque yang sangat eklusif, orang lihat aja, pasti brand besar. Masalahnya dia tidak punya kemampuan untuk menjual.akhirnya dia lihat segmen pasar itu adanya di mall mall, untuk menjual produk tersebut dnegan harga yang bagus maka mau g mau harus jual di mall. Tembus 2 M. Kenali pasar aja udah tembus 2 M.
  2. Temukan strategy terbaik untuk menggarap masing - masng market spot. Masing - masing market spot punya startegi masing - masing, dikota beda, di online beda, di mall beda, di ruang dosen beda.  1 produk saja bisa punya pilar anak lainnya. 1 kota di bidik itu pilar baru, klo 10 kota maka berapa pilar? Banyak teman - teman punya produk macem macem tapi hanya BERHARAP KEAJAIBAN, keajabian pembeli datang terus menerus. Banyak strateginya, ada copy writing, display, dll.
  3. Bagnun die hard team untuk menjalankan strategy tersebut setiap market spot. Banyak dari teman - teman yang terlalu pelit untuk bagi insentif, dengan team penjualannya. Begitu mereka terlalu pelit, teamnya tidak cukup termovitasi. Balai kartini, bagaimana orang yagn masuk kita bisa menginpres bahwa balai kartini paling bagus!!!! Marketing, klo bisa tembus 25 m,, aku kasih mobil seharaga 125 juta. Kita bisa membangun die hard team klo kita juga g pelit juga pada mereka. Klo insentiv dari teamnya tidak menarik (kecil), maka tidak termotivasi!!!


Kalaupun kita sudah memeiliki pilar piliar pemasukkan yang effektiv dari 4 hal diatas, sudakah kita mengupgrade keunggulan bersaing dari setiap pilar pemasukan bisnis kita tersebut????meningkatkan daya saing dari keempat pilar tersebut, kita lenal dengan the better 5 P. 5 langkah membaung reputasi bisnsi yang effektive
  1. Build your product better. Klo kita punya prduk yang bagus, maka packaging nya harus keren...harganya bisa  bagus. Ini urutan!!! Produk, kemasan,harga,build your promotion better.kemasan harganya berapa>??tapi ndongkrak penjualan. Klo ktia punya apotek, setiap saat kita sedang pameran tunggal, yang membiaya customer, layani sebaik mungkin karena kita sedang melakukan pameran. Betapa luar biasanya kita dengan competitor. Kemasan yagn bagus untuk membuat orang yagn pakai. Sudahkah kita menjadikan setiap moment orang datang ketempat kita, menunjukkan the best moment. Masalah terbesar ternyata ada di orang - orang kita. Kenapa orang - orang kita resisten? Karena kita sendiri kurang keras untuk membina mereka menjadi die hard team!!!!!!
  2. Set your packaging better
  3. Set yur price better
  4. Bulild your promotion better. Promosi membuat pasar yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.  Klo kita sudah promosi yang bagus, hati - hati di people. Banyak orang yang tidak aware di people, padahal penting banget!!!
  5. Train your people better. ini meningkatkan daya saing kita bersaing di 4 titik yang menentukan. Sudah habis habisnya membangun produk, pakacing, price, promotion, orang kita ngelayani judes nya luar biasa..  Masalah apotek ada disini!!! Pegawai front line dan back line. Pegawai didepan upayakan yang good loocking, bahasanya adalah orang yang punya bodi pekerti yang bagus. Setelah itu upgrade budi pekerti mereka.
Definisi puas--> ketika seseorang menerima lebih dari yang dia bayar. Untuk membuat puas itu, minimal 5 hal ini harus di jalankan.. Kaitan 5 hal ini adalah orang yang berurusan dengan kita (Costumer) akan menjadi marketing kita sendiri. Tidak harus simultan, tidak harus diselesaikan dulu. Ini adalah upaya untuk menjadikan customer menjadi happy customer sehingga menjadi ower greates marketing in the words, key performnace indikatornya (KPI) dari program ini berhasil adalah repead order /pelanggan kita akan bertambah secara eksponensial!!(word of mounth=mulut kemulut). Ini digunakan untuk membuat orang bertransaksi di bisnis kita membuat mereka mendatangkan 10 orang lain untuk bisnis kita. 1 orang terpuaskan akan mentriger 10 orang yang datang ketempat kita. Mau online maupun off line tetap sama, karena yang dilayani manusia.





Rabu, 09 Desember 2015

“DUA HAL PENTING YANG INGIN DIKETAHUI OLEH PENGUSAHA :

Jumlah kekayaannya dan usahanya untung atau rugi

Jumlah kekayaannya dapat dilihat dari NERACA AKTIVA PASIVA

Usahanya untung atau rugi dapat dilihat dari NERACA LABA RUGI”

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dear para pembaca blog yang setia menunggu tulisan itheng cemani….

kali ini itheng cemani akan berbagi mengenai cara membaca neraca keuangan aktiva pasiva beserta fungsinya.

Banyak pengusaha yang malas membuat neraca keuangan karena tidak tahu pentingnya hal tersebut. Di blog ini akan saya buat seperti kondisi nyata sehingga dapat menggambarkan fungsi dari neraca keuangan secara nyata.

Suatu pengusaha ingin membuat bisnis jualan rokok dengan modal uang 10.000.000.  Dia membelanjakan uang tersebut dengan rincian sebagai berikut :

4 juta untuk uang cash

5 juta untuk stok persediaan (rokok)

1 juta untuk asset tidak lancar seperti gerobak

 

Jika di tuliskan dalam sebuah neraca keuangan, maka akan menjadi seperti berikut :

image

gambar 1. uang cash 4.000.000, piutang tidak ada, persediaan barang 5.000.000, gerobak 1.000.000. Untuk piutang, hutang dagang, hutang bank, biaya penyusutan, dan laba ditahan belum ada, karena baru mulai usaha dan belum mulai jualan.Etalase (gerobak) dan sewa tempat diperkirakan akan rusak setelah satu tahun digunakan, sehingga nanti setelah satu tahun digunakan, harus ganti baru.

 

Margin keuntungan yang akan diambil pengusaha tersebut adalah 10 %. Sedangkan biaya operasional (gaji, bayar listrik, transport belanja/parkir, dll)= 1.000.000/bulan.

 

maka yang akan dilakukan pengusaha tersbut adalah menggelar dagangannya (jualan!!) dengan alur sebagai berikut :

image

 

Setelah satu tahun, maka dilakukan perhitungan stok dan perhitungan seluruh aset

image

sehingga diperoleh   kondisi usahanya adalah sebagai berikut :

uang cash per tanggal saat stok opname adalah 11.000.000, persediaan barang 7.000.000, hutang dagang 2.000.000, gerobak sudah Rp.0 (Harus ganti). Lihat pada biaya penyusutan gerobak ada anggaran 1.000.000, ini digunakan untuk beli gerobak baru.

image

Nah…dari pembacaan neraca keuangan diatas, stelah 1 tahun usaha berjalan, maka kita akan tahu fungsi dari neraca keuangan adalah :

1. dapat mengetahui kondisi harta kita baik dalam bentuk uang, piutang, barang dagangan dan juga hutang dagang. Selain itu, dengan melihat modal awal, maka kita dapat mengetahui laba ditahan jumlahnya berapa. Laba ditahan adalah laba yang digunakan untuk pengembangan usaha kita dan belum diambil). Laba ini dapat diambil jika ingin diambil atau didiamkan untuk pengembangan usaha. Laba ini  yang nantinya akan kita gunakan untuk “bagi hasil” jika usaha merupakan rekanan. Dalam pengalaman saya, tanpa bekerja sama dengan orang lain, maka saya akan mengambil laba tersebut 50 % untuk keuntungan, dan 50 % menjadi  laba ditahan sebagai pengembangan usaha. Jika anda bekerjasama dengan orang lain, maka hitung – hitungan pembagian keuntungan adalah pada  laba ini. Banyak bisnis rekanan yang bubar karena tidak memahami perihal laba ini. Dalam bisnis rekanan, Biasanya 30 % laba tetap ditahan, sisanya untuk bagi hasil.

 

Misal setelah 1, 5 tahun, kondisi usaha menjadi seperti ini :

image

apa yang terjadi dengan perusahaan tersebut ???

Kondisi perusahaan sedang rugi, dan sekarat, karena modal yang 10.000.000 hanya tinggal 6.000.000. Ada beberapa factor yang bisa menjadi penyebabnya. Namun yang jelas, secara matematis pengusaha rugi 6,500.000!!! Harus dicari neh…kenapa bisa rugi seperti ini, bisa jadi kukut klo g dibenahi!!!

faktor yang bisa menjadi penyebabnya antara lain

1) selama 5 bulan omzet tidak lebih besar dari pengeluaran operasional

2) karyawan ada yang mencuri uang atau barang dagangan

3) pengeluaran operasional tidak terkontrol sehingga menggerogoti uang

4) pembelian barang secara tempo  terlalu banyak sehingga menimbulkan hutang dagang yang pada saat pelunasan menghabiskan uang cash dan meninggalkan persediaan yang banyak , padahal omzet kurang dari jumlah pembelian (tidak berlaku pada neraca diatas)

 

Setelah dua tahun, kondisi keuangan menjadi seperti berikut :

image

Usaha mulai menampakkan peningkatan profit daripada dipertengahan tahun yang lalu. Namun, pada tahap ini, Ternyata, perusahaan kesusahan melunasi hutang, Hal ini terjadi akibat uang cash yang dimiliki hanya setengahnya dari hutang dagang. Padahal dia memiliki piutang 10.000.000, untuk itu pengusaha agar tidak kesusahan melunasi hutang harus menagih piutang tersebut agar menjadi uang cash.

 

 

Setelah 3 tahun, maka

image bisa kita lihat, bahwa setelah 3 tahun laba ditahannya adalah 10.000.000, sama dengan modal yang kita gunakan. artinya pada tahun ini kita telah mencapai Balik modal (Pay back period/PBP), artinya jika modal kita ambil, maka usaha akan tetap berjalan.

 

Melihat perjalanan dari 1 tahun, 1,5 tahun, 2 tahun, hingga 3 tahun, maka tidak mungkin laba ditahan tersebut didapat pada tahun pertama maupun kedua, kemungkinan besar laba mulai meningkat dan terlihat adalah pada tahun 2 sampai tahun ketiga. AKAN TETAPI, dari sinilah kita dapat belajar !!! bahwa realitanya, tidak setiap usaha selalu untung, ada pasang surutnya.

dan justru dari sini, kita dapat belajar ternyata sebelum usaha dimulai, kita dapat memperkirakan kapan kita balik modal.

Kapan kita balik modal saat usaha belum dimulai ??? maksudnya ???

Dengan membuat target tiap bulannya kita harus memperoleh laba bersih sekian rupiah, maka kita dapat memprediksi waktu kita dapat balik modal.

 

misal kasus diatas, jika kita ingin balik modal selama 3 tahun, maka kita harus memiliki laba bersih setiap bulannya adalah 10.000.000/(3x12bulan) = Rp. 277.777

Untuk mendapatkan laba bersih sebesar 277..777 dengan kebutuhan operasional 1.000.000/bulan maka laba kotor yang harus diperoleh adalah 1.277.777

dengan demikian, berapa omzet perbulannya jika Margin keuntungan yang akan diambil pengusaha tersebut adalah 10 %  (harga jual= harga beli +laba kotor, sementara laba kotor = 10%harga beli )?

Omzet = total harga beli barang + laba kotor

laba kotor = 10% total harga beli

1.277.777 = 10% total harga beli

1.277.777/10% = total harga beli

12.777.777 = total harga beli

omzet = total harga beli + laba kotor

omzet  = 12.777.777 + 1.277.777

            = 14.055.554/bulan

maka dari itu, pengusaha harus memperoleh omzet setiap harinya : 14.055.554/30 hari = 468.518

dari sini kita dapat mengetahui jika kita ingin balik modal dalam tempo 3 tahun, dengan kebutuhan operasional tiap bulan 1.000.000, maka kita harus memiliki target omzet harian 468.518 atau target omzet bulanan sebesar 14.055.554

Lalu kita sesuaikan, apakah target tersebut realistis? Apakah target tersebut sangat bisa dicapai? Cara mengukur realistis atau tidaknya adalah melihat berapa item barang dagangan yang akan kita jual !!! Misal harga jual barang kita rata – rata adalah 10.000/biji, maka  setiap hari kita harus menjualkan barang rata – rata 47 biji. (468.518/10.000). Realistiskah dicapai? Bagaimana cara mencapainya? Maka disinilah waktunya untuk menyusun strategi marketing agar kita mampu berjualan perhari 47 biji.

Jika tidak realistis target penjualannya? Cobalah di mundurkan lagi waktu balik modalnya.

Misal dengan modal tadi (10.000.000), waktu balik modalnya menjadi 4 tahun.

maka berapa omzet kita perhari? Jika margin keuuntungan yang diambil 10% dan operasional perbulan 1.000.000

laba bersih /bulan = 10.000.000/(4x12bulan) = 208.333

laba kotor /bulan  = 208.333 + 1.000.000 = 1.208.333

laba kotor /bulan = 10% total harga beli  ==> diperoleh dari margin keutungan 10%

1.208.333             = 10% total harga beli

1.208.333 /10%  = total harga beli

total harga beli = 12.083.330

 

 

maka omzet setiap bulannya adalah : total harga beli + laba kotor

                                                          : 12.083.330 + 1.208.333

                                                          : 13.291.663

 

maka omzet setiap harinya yang harus kita capai adalah 13.291.663 / 30 hari = 443.055

 

 

 

 

dari sini kita memperoleh ilmu bahwa kita dapat mengatur usaha kita, kapan kita balik modal dan berapa target penjualan yang harus kita lakukan tiap harinya agar dapat balik modal. Inilah fungsi nomer dua dari neraca keuangan.

 

Suplemen tambahan mengenai Balik modal, titik impas tidak untung tidak rugi, dan % ROI atau sering disingkat BEP, PBP, ROI dapat dibaca secara rumus di alamat http://rs-marjianto.blogspot.co.id/2014/12/pbp-bep-dan-roi.html.

mari kita lanjutkan membahas apa saja yang bisa diketahui dari neraca keuangan.

Setelah 4 tahun, neraca keuangan yang terjadi adalah sebagai berikut:

 

image

Pada kondisi ini, omzet pengusaha rata – rata 2.000.000/hari, akan tetapi akhir – akhir ini pengusaha selalu menolak permintaan pelanggan karena barang banyak yang kosong, mengapa ini terjadi??? Ya…karena persediaan barang hanya 3.000.000, padahal omzet perhari 2.000.000, sehingga persediaan barang sangat kurang, karena satu hari jualan, persediaan tinggal 1.000.000, dan tentunya barang banyak yang habis!!!!

Jika menghadapi kondisi tersebut, tentunya kita harus order barang agar persediaan barang kita dapat bagus sehingga pengusaha tidak selalu menolak permintaaan pelanggan.

pertanyaannya adalah, jika omzet perhari rata rata adalah 2.000.000, agar pengusaha tidak “kepontal – pontal” dalam melakukan order barang, maka pengusaha harus order  berapa juta???

karena uang cash yang ada 14.000.000, jika uang tersebut dibelikan barang semuanya secara cash, maka pengusaha akan melakukan order lagi 7 hari kemudian (14.000.000/omzet perhari = 7 hari). Dengan kondisi finansial yang ada, pengusaha dapat order 7 hari sekali.

Resikonya pada hari itu juga jika dibelanjakan semuanya, pengusaha tidak memiliki uang cash lagi, namun hari itu juga mendapatkan omzet kurang lebih 2 juta.

Jika pengusaha terlalu takut apabila tidak memegang uang cash, Ada alternatif lainnya, yakni membeli barang secara tempo. Karena uang kita 14.000.000, maka agar aman dan tenang, membeli barang secara tempo dapat disamakan dengan uang cash kita yakni 14.000.000. sehingga kondisi neraca keuangan kita adalah sebagai berikut :

image

dari kondisi ini, pengusaha tetap memegang uang 14.000.000 dan memiliki hutang dagang 15.000.000. Jika jatuh tempo hutang dagang sehari, maka pengusaha akan tetap tenang karena memiliki kemampuan melunasinya (14.000.000 + omzet harian (2.000.000). Namun jika jatuh tempo hutang dagang seminggu, maka pengusaha dapat melunasi hutang dagang tersebut dari omzet saja (2.000.000 x 7 = 14.000.000). Yang perlu diingat adalah, dari segi resiko dan tidak dalam kondisi khusus, pembelian barang sebaiknya kurang dari omzet.

dari sini, kita juga dapat menilai, apakah order selama 1 minggu sekali terlalu berat atau tidak? jika terlalu berat, maka berapa kali dalam 1 bulan kita harus order? Agar ringan, 1 bulan order sekali, maka persediaan barang yang harus kita miliki adalah : 2.000.000 x 30 = 60.000.000 .

jika omzet kita memang telah stabil, ada dua alternatif yang dapat kitalkukan :

1. Hutang dagang sebanyak 60.000.000 (tempo berapa hari???)

2. Hutang bank sebanyak 60.000.000 (tempo berapa tahun???),

dari sinilah kita dapat menilai kapan kita harus hutang!!!! yakni ketika nilai persediaan kita tidak mampu mengcover omzet penjualan kita.

pada kondisi ini, jika omzet memang sudah stabil, dan tidak ada kondisi khusus yang membuat bangkrut usaha, maka biasanya dengan semakin bertambahnya nilai persediaan maka omzet juga akan semakin naik.

seberapa besarkah kita diperbolehkan hutang dagang ?? menurut pengalaman bisnis saya, relatif tergantung omzet kita (perputaran uang kita) dan jatuh tempo hutang dagang tersebut. Untuk amannya jumlah hutang dagang = uang cash yang kita miliki.

dan ingat, hutang dalam artian ini adalah hutang produktif = hutang yang menghasilkan omzet lagi bukan hutang konsumtif.

beberapa bacaan yang dapat digunakan dalam memperlincah cara membaca neraca keuangan dapat digunakan sumber website ini http://www.slideshare.net/triysr/memahami-logika-laporan-keuangan-neraca-dan-laba-rugi

 

kunci yang harus dipegang “":

image

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari sini kita akan belajar mengenai BEP (Break event point/waktu dimana pengusaha tidak untung juga tidak rugi) dan Balik modal (waktu dimana pengusaha dapat mengambil modal awalnya tadi dan disaat yang sama perusahaan tetap berjalan).

APa pentingnya BEP dan Balik Modal ??? sebagai dasar menyusun target penjualan!!!

HITUNGAN NILAI MATEMATIS TARGET PENJUALAN BERASAL DARI BEP dan BALIK MODAL ini !!!!

 

suplemen untuk pengetahuan dasar mahasiswa

 

diperoleh dari http://rs-marjianto.blogspot.co.id/2014/12/pbp-bep-dan-roi.html

PBP, BEP dan ROI

Catatan pribadi lagi. Sering kita dengar tentang BEP (Break Even Point), tetapi seringnya BEP diartikan sebagai "balik modal". Banyak di brosur-brosur investasi franchise menggunakan istilah BEP untuk menunjukan "balik modal". Saking banyaknya istilah BEP digunakan, membuat saya ragu dengan pemahaman saya tentang BEP selama ini.
Hasil baca-baca dan browsing-browsing menghasilkan catatan sebagai berikut:
BEP adalah titik dimana biaya operasional setara dengan keuntungan hasil usaha kita. Atau dengan kata lain "impas". BEP berguna untuk kita sebagai:

  1. Perencanaan Laba, berapa minimal unit yang perlu kita jual perhari.
  2. Alat kontrol kita, seberapa baik penjualan kita perhari / perbulan. 
  3. Dasar penentuan harga jual, bersamaan dengan target penjualan unit perhari.

Dengan rumus deskripsi BEP adalah TFC + ( BOU x n) = HJU x n

  • Total Fixed Cost (TFC): Biaya operasional tetap, sebagai contoh: gaji pegawai, sewa lokasi, listrik, dan sejenisnya.
  • Biaya Operasional perUnit (BOU): modal per unitnya/biaya operasional yang diperlukan per unitnya.
  • Harga Jual per Unit (HJU): udah jelas dari namanya kan. 
  • n : jumlah / target jumlah unit yang harus kita jual perhari atau perbulan untuk mencapai BEP
contoh kasus:
Biaya operasional sebuah warung nasgor adalah sbb:
  • Gaji Pegawai Rp. 1.000.000 x 5 = Rp. 5.000.000
  • Listrik Rp. 2.000.0000
  • Air Rp. 500.000
  • Sewa Rp. 6.000.000 / tahun -->Rp. 500.000 / bulan

jadi TFC perbulan adalah: 5.000.000 + 2.000.000 + 500.000 + 500.000 = Rp. 8.000.000. TFC perhari jadinya (30 hari) Rp. 267.000.

Biaya satu piring nasgor contohnya adalah Rp. 5000 (modal beras, bumbu, gas) dan harga jual 1 piring nasgor adalah Rp. 15.000. Ok, mari kita hitung berapa piring nasgor yang harus dijual perhari agar tercapai BEP.
n = TFC / (HJU - BOU).
n = 267.000 / (15.000 - 5000)
n = 267.000 / (10.000)
n = 27 piring.
Jadi untuk mencapai BEP kita harus menjual 27 piring nasgor jika satu bulannya 30 hari.
Bagaimana jika dibisnis retail dengan berbagai macam barang? Nah untuk yang ini terus terang belum nyari detailnya, cuman bisa kita ambil inti dari rumus diatas bahwa HJU - BOU adalah keuntungan kotor penjualan kita.
Kita ambil sebuah studi kasus sebuah apotek dengan 10 pegawai, untuk gaji pegawai perbulan rata-rata Rp. 25.000.000. Biaya listrik, air, telp dan internet kurang lebih Rp. 5.000.000. Biaya amortisasi pembelian showcase Rp. 300.000 dan penyisihan untuk THR pegawai Rp. 1.000.000. Margin penjualan rata-rata adalah 20%. Pertanyaannya, berapa target omset penjualan perbulannya?
TFC = keuntungan kotor
TFC = margin * omset
omset = TFC / margin
omset = (25.000.000 + 5.000.000 + 300.000 + 1.000.000) / 20%
omset = 156.500.000
Jadi Omset perbulan yang diperlukan untuk BEP adalah Rp. 156.500.000  atau Rp. 5.217.000 perhari (30 hari).
Ok, jadi itu sekilas tentang BEP.
PBP (Pay Back Period) adalah analisa berapa lama modal yang kita investasikan akan kembali. Atau dengan kata lain, berapa lama kita bakal balik modal. Semakin kecil nilai PBP semakin baik nilai investasi untuk dilakukan. Rumusnya gampang aja, yaitu:
PBP = total invest / laba bersih
contoh: seorang teman bercerita dia baru saja join sebuah franchise minuman dengan modal Rp. 9.000.000. Perbulan dia mendapat laba bersih rata-rata Rp. 2.500.000.
PBP = 9.000.000 / 2.500.000
PBP = 3.6 atau dibulatkan 4
Jadi dalam 4 bulan dia bisa balik modal. Wow!!
ROI (Return On Investment) atau rentabilitas atau earning power menunjukan kemampuan modal yang kita investasikan pada sebuah usaha untuk menghasilkan keuntungan. Semakin besar ROI, semakin tinggi kemampuan usaha kita untuk mengembalikan modal dan semakin menjanjikan pula usaha kita. Rumus ROI adalah
ROI = (laba bersih / total invest) * 100%
Contoh kasus: investasi yang digunakan untuk sebuah usaha adalah Rp. 800.000.000 dan keuntungan bersih yang didapat adalah Rp. 18.000.000 perbulan.
ROI = (18.000.000 / 800.000.000) * 100%
ROI = 2.25%
Maka nilai ROI perbulannya adalah 2.25% atau 27% pertahun.
Pertanyaannya sekarang adalah, berapa nilai ideal ROI / nilai ROI yang baik?
hasil baca-baca dari browsing-browsing dikit, mohon masukan juga kalo kurang benar.
Baru nemu dua jawaban, ini pun hasil baca dari forum / blog.

  1. ROI idealnya lebih tinggi dari bunga bank.
  2. ROI idealnya lebih tinggi dari bunga pinjaman

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ROI:

  1. Meninggikan margin
  2. Meningkatkan penjualan
  3. Menurunkan biaya operasional usaha
  4. Menurunkan modal perunit, contoh mencari suplier dg harga yang lebih murah, dll.
Jumat, 24 April 2015

artikel ini khusus untuk Yanti, mahasiswi semester 8 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 

Pertanyaan :

Assalamualaikum pak Andy, Saya Yanti yang kemarin nemuin Bapak di Lab. Begini Pak, Saya merasa kesulitan dalam menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada preparasi sampel tulang yang dilakukan di LPPT UGM karena tidak bisa mengikuti proses pengerjaannya. jadi yang ingin dilihat dari sampel ini adalah kadar kalsiumnya pak. mohon bantuannya Pak. Terimakasih :)

Preparasi sampel

1. Timbang tulang dalam wadah Erlenmeyer

2. Tambahkan 15 ml HNO3 + 3 ml HClO4 sedikit demi sedikit melalui dinding

3. Destruksi di plate pemanas hingga larut dan jernih

4. Destruksi dilanjutkan hingga sampel tinggal ±3 ml

5. Tambahkan 25 ml air suling hingga tanda

6. Baca dengan Spektrofotometer Serapan Atom

Pengukuran kadar kalsium tulang pada SSA menggunakan cara Destruksi basah, pembacaan absorbansinya dengan λ422,7 nm dengan larutan standar dari CaCO3

sesungguhnya saya juga kurang paham dengan alasan apa hubungannya tidak bisa mengikuti proses pengerjaannya dengan penulisan reaksi kimia, karean tidak ada hubungannya.

 

sebelum saya menjelaskan reaksi kimia tersebut, akan saya jelaskan terlebih dahulu konsep kerja atomic absorbsition spectro

 

image

1. Misal kita memiliki sampel yang telah selesai di preparasi (biasanya preparasi sampel menggunakan metode destruktif ), maka sampel akan dimasukkan ke alat dimana didalam alat tersebut akan di radiasi oleh sumber radiasi sehingga mengalami proses atomizer (atomisasi). Setelah proses atomizer tersebut selesai maka atam logam yang terkeksitasi, dimana kemudian masuk ke monokromator. logam yang masuk ke monokromator tersebut akan kemudian dideteksi oleh detektor dan masuk ke proses pembacaan data.

2. Yang adek tanyakan adalah bukan pada proses pembacaan sAAnya tapi pada proses preparasinya seperti apa reaksi kimianya. Maka jawabannya adalah, HClO3 dan HNO3 merupakan asam kuat yang sama sama berfungsi sebagai media distruksi basah, yakni melarutkan dan menghancurkan sampel (tulang) (lebih lengkapnya ikatan – ikatan senyawa organik yang ada ditulang putus semua karena penambahan HClO3 dan HNO3 sehingga tinggal tersisa logam – logam seperti calsium, Cu, dan lain lainnya. Pendiaman satu malam menyempurnakan kerusakan ikatan organik). Nah….HNO3 ini ternyata memiliki fungsi lainnya, yakni berfungsi untuk menstabilkan logam logam tersebut sehingga logam – logam tersebut bereaksi dengan HNO3 menjadi suatu larutan.

HNO3   --> H+        +    NO3-

misal logam calsium

maka

Ca2+            +    2NO2 -       ---> Ca2+2NO2- (dalam bentuk larutan)

larutan ini lebih stabil daripada bentuk calsium saja.

 

nah….larutan tersebut kemudian siap untuk dimasukkan kedalam SAA.

didalam SAA, maka akan diradiasi dengan sumber radiasi (proses atomizer) yang bisa adek baca disini

image

dan seterusnya, nanti ebooknya akan saya berikan ke adek..

 

dimana dalam tahap atomizer, akan terjadi reaksi kimia seperti dibawah ini :

 

WIN_20150424_161437

larutan tersebut dalam alat akan disemprotkan sehingga membentuk aerosol dimana dalam bentuk ion yang selanjutnya dengan energi (delta H) akan membentuk molekul, dan delta H tertentu membentuk atom, dan dalam energi tertentu Hv(sinar UV ya klo g salah), akan tereksitasi dan inilah yang bisa dibaca.

Nah…yang bisa dibaca itu ternyata atom ca  yang tereksitasi satu elektron, dan yang dalam bentuk terion (ca2+) itu tidak bisa dibaca di SAA (ini argumentasi saya saja melihat dari literature, dasar ilmu yang lebih dalam harus adek baca sendiri)

nah…kenapa di panjang gelombang λ422,7 nm , mungkin calsium bisa dibaca di situ, tapi saya tidak tahu alasannya, karena panjang gelombang tersebut adalah visible..dan saya masih belum paham.

ini contoh lainnya terjadinya reaksi kimia pada logam lain

 

 

 

ebook yang harus kamu baca

 

image

image

 

nah…selanjutnya, klo mau tanya sama aku, maka kamu g boleh polosan, tapi kamu harus baca dulu apa yang kamu ketahui tentang problemmu itu, jelaskan yang kamu ketahui, trus yang kamu butuhkan apa biar kamu lebih paham, itu kamu baru tanya ma aku

 

 

jadi strukturnya kaya gini :

pak saya mau tanya….

bla bla bla

 

yang saya ketahui itu

bla bla bal

dan saya udah baca bla bla bla,

tapi kok saya belum pahamnya tuh ini kok bisa gini tuh gimana caranya…