Total Pengunjung Blog

Pengikut

Popular Posts

Senin, 17 September 2012

 

Dear kawan – kawan….sebagai seorang peneliti, esensi pertama yang perlu ditanamkan dalam jiwa seorang peneliti adalah bagaimana dia dapat melawan diri sendiri untuk tidak berbohong. Mengapa? Karena penelitian pada dasarnya merupakan suatu hasil dari data kejujuran, jika data maupun hal lain yang melingkupinya tidak diperoleh dari kejujuran maka sudah bukan lagi penelitian.

Daripada panjang lebar njelasin g ada juntrungnya, langsung aja ke materi ya kawan – kawan!!!

Pada bab ini, kita akan membahas bagaimana agar kita menjadi seorang peneliti yang dituntut untuk selalu JUJUR, salah satu tuntutan itu dapat diwujudkan dengan tidak menjadi plagiat ! Apa itu plagiat ? Menurut 'Merriam-Webster Online Dictionary' plagiasi diartikan PERTAMA, mencuri dan menggunakan ide atau kata-kata orang lain sebagai milikinya sendiri, KEDUA- menggunakan sumber/produk orang lain tanpa menyatakan sumbernya, KETIGA-melakukan pencurian, dan KEEMPAT- menyajikan ide / produk yang diturunkan dari sumber yang sudah ada sebagai sesuatu karya baru milik sendiri.

Nah loh!!dari difinisinya aja sudah mengindikasikan ketidak jujuran alias bohoong! Lantas apa saja yang dapat dikategorikan dari plagiarism itu? Jadi, yang dapat dikategorkan sebagai plagiat jika :

1. Seorang peneliti mengaku hasil karya orang lain sebagai hasil karya sendiri

2. Seorang peneliti mengkopi kata-kata atau ide milik orang lain tanpa menyatakan sumber aslinya

3. Seorang peneliti tidak meletakkan bagian yang di kopi dalam tanda kutip

4. Seorang peneliti memberikan informasi yang salah mengenai sumber kutipan

5. Seorang peneliti menggantikan beberapa kata dari suatu struktur kalimat dari suatu sumber tanpa memerikan catatan/penghargaan

6. Seorang peneliti mengkopi berbagai kata atau ide dari suatu sumber, yang kemudian menjadi bagian mayoritas dari kerja yang dihasilkan

So..., bagi kita peneliti pemula, haruslah kita menghindari tindakan-tindakan plagiat ini. Tenang aja, hal ini mudah kok untuk di hindari. Caranya gimana sih ? Ya... pada intinya dengan bersikap untuk selalu jujur dan menghargai karya orang lain. Secara konkret kita dapat menghindari plagiat dengan melakukan beberapa hal di bawah ini :

- Selalu mensitasi sumber yang kita kutip

- Pengakuan (ackonwledgement) mengenai sumber data yang diperoleh, serta

- mencantumkan informasi penting mengenai dimana sumber asli informasi sehingga pembaca juga dapat merunut sumber aslinya alias di kasih ke daftar pustaka

Maka dari itu...

1. Haram hukumnya kita mengkopi sesuatu dari buku, newspaper, Jurnal,skripsi, thesis, desertasi, atau sumber tertulis lainnya tanpa menyampaikan sumbernya.

2. Setiap data, bahan, atau hasil yang diperoleh harus dinyatakan secara jelas umbernya.

seorang peneliti dilarang keras untuk mengadoptsi atau mereporoduksi ide, opinin, teori, formula, grafik, atau gambar, dari orang tanpa mengakui (acknowledge) sumber aslinya. Dengan demikian seseorang harus memberikan kredit pada origianalitas hasil karya orang lain, dan menghargai nya ketika:

1. Mengutip secara langsung hasil karya orang secara kata demi kata secara oral atau tertulis

2. Menggunakan idea, opinion, atau teori orang lain

3. paraphrasing kata-kata, ide, opinion, teori, seara oral maupun tertulis

4. 'Meminjam' data, statistics, atau materi illustratif (gambar)

5. Menyampaikan materi yang dirangkai atau di kumpulkan oleh orang lain dari suatu proyek tanpa menyatakan sumbernya.

So….harus dilakukan citasi, yang nantinya sumber pustakanya diletakkan dalam daftar pustaka. Bagaimana cara mensitasi bisa secara tidak langsung di pelajari dalam softaware zotero.

untuk bagaimana belajar menggunakan software zotero, dapat di baca di sini…

http://itheng.blogspot.com/2012/05/book-iv-word-and-statistic-for.html

 

(sumber

http://www.plagiarism.org/plag_article_what_is_plagiarism.html)

0 komentar: