Total Pengunjung Blog

Followers

Popular Posts

Friday, February 24, 2012

Berbondong bondong, membawa papan bertulis hujatan, tentu saja kepada pemerintah, mereka menggelar aksinya menuju istana negara. Bukan maIn! Bagi yg melihat, dan tak kuat iman, apalagi gelora membara semangat berapi api para pemuda,pasti ingin ikut bergabung. Turun ke jalan bersama yang berbondong – bondong. Mereka berteriak dengan lantang, menyuarakan aspirasi mereka. Semua dari mereka,wanita!! Semua dari mereka tidak ada yg tidak sempurna. Semua dr mereka,jika hanya dilihat dgn mata ,tak akan ada pemuda yg mengatakan tak sempurna. Mempesona. Tepat!!! mereka berhenti di balai pembuat kebijakan yg mempunyai kekuatan mengeluarkan aturan haram. Aku yang sedari tadi mengamati, ternyata salah duga. Mereka tak menuju istana negara, namun menuju kementerian agama. Terhenti!berbondong bondong tadi,berhenti,! sambil mengangkat papan ataupun kertas yg berisikan tuntutan mereka. Samar-samar ada yg berteriak, tapi ku tak dengar pasti apa teriak satu orang itu . Namun yang pasti, serempak yang berbondong-bondong tadi-selain satu orang yang berteriak- menyahut,'haramkan pacaran!haramkan pacaran!jgn biarkan pemuda kita pacaran!

 

Sunday, February 19, 2012

Dear kawan….

Telah lama ku tak menulis disini…

Kali ini aku ingin menyampaikan sebuah gagasan dan sebuah mimpi yang begitu indah bila terwujud. Tidak begitu sulit mewujudkan impian ini, tidak begitu sulit, jika kawan – kawan lah yang  mewujudkannya.

Ide ini muncul ketika salah satu masjid di sekitar ugm memindah tempat kajiannya. Ya, sebagai orang umum yang mulai haus akan ketenangan batin, aku pun harus mencari – cari tempat kajian yang sesuai dengan waktu kosong.

Well kawan, betapa hebatnya ide Allah yang di sampirkan ke otak ku ini.

Sunday, February 12, 2012

 

Prof.Dr.Edy Meiyanto, M.Si., Apt.

2012-01-03 11.14.33

image

Prof. Subagus Wahyuono.

2012-01-04 09.43.13

2012-01-04 09.51.47

2012-01-04 11.49.572012-01-04 11.50.092012-01-04 11.50.382012-01-04 11.49.572012-01-04 11.50.092012-01-04 11.50.31

2012-01-05 10.04.032012-01-05 10.04.102012-01-05 10.04.292012-01-05 10.04.372012-01-05 10.06.442012-01-05 10.04.582012-01-05 10.05.142012-01-05 10.05.202012-01-05 10.06.40

image

 

Prof.Dr.Edy Meiyanto., M.Si., Apt.2012-01-11 09.48.04

2012-01-11 10.29.40

 

2012-01-09 11.43.55

Prof.Subagus Wahyuono

2012-01-09 11.43.05

 

 

 

2012-01-09 11.43.15

 

Dr.Ratna Asmah., M.Si., Apt

2012-01-09 11.43.30

2012-01-09 11.43.43

2012-01-12 10.50.062012-01-12 10.49.54

Thursday, February 9, 2012

1. Tulislah apa yang akan kamu lakukan

2. lakukanlah apa yang kamu tulis

3. dokumentasikan apa yang kamu lakukan

4. validasi pekerjaan yang dilakukan

5. persiapkan rancangan falistias dan peraltan yagn sesuai

6. jagalah fasilitas dan rawat peralatan yang dimiliki

7 menjaga higienes personal dan sanitasi

8. personal harus kompetens, terlatih , dan cakap

9. inspeksi diri

10. lakukan pemeriksaan mutu secara teratur.

Saturday, February 4, 2012

Validasi Proses dilakukan dengan cara pengujian dan mengumpulkan dokumen – dokument pembuktian

Validasi Proses ada tiga yakni :

a. PRospektif

b. Concurent

c. Retrospektif

 

Beda ketiga validasi ini adalah outputnya. Maksudnya apa??

Kita coba ambil menurut CPOB dulu, Bab 12 Kualifikasi dan Validasi halaman 117

“Pada umumnya validasi proses dilakukan sebelum produk dipasarkan (validasi prospektif), dalam keadaan tertentu, jika hal diatas tidak memungkinkan, validasi dapat juga dilakukan selama proses produksi rutin dlakukan (Validasi concurent). Proses yang sudah berjalan hendaklah juga divalidasi (validasi retrospektif).”

Nah…dari sini kita bisa narik kesimpulan, jika validasi prospektif itu untuk obat yang belum dipasarkan (new product), validasi concurent untuk obat baru tapi sudah dipasarkan, sedangkan validasi retrospektif digunakan untuk produk yang sudah sangat lama dipasarkan.

Dilihat dari hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa validasi prospektif dan concurent adalah waktu sekarang ke masadepan sedangkan retrospektif dari sekarang ke masa lalu.

 

Karena Retrospektif dari masa sekarang ke masa lalu maka dapat kita lakukan hanya dengan melihat batch recordnya. Menurut CPOB 2006 validasi ini memerlukan data dari 10 sampai 30 bets berurutan untuk menilai konsistensi proses,( tapi jumlah bets yang lebih sedikit dimunginkan bila dapat di justifikasi.). Di salah satu pabrk di bandung menggunakan 20 batch. Laporan untuk Validasi Retrospektif adalah 1 karena kita hanya menganalisa 20 batch record yang sudah ada.

 

Sedangkan untuk prospektif batch yang digunakan adalah 3 bets berurutan yang memenuhi parameter yang disetujui dapat diterima telah memenuhi persyaratan validasi proses. Sama halnya dengan prospektif,  pada validasi concurent sesuai CPOB “dalam hal tertentu produksi rutin dapt dimulai tanpa lebih dulu menyelesaikan program validasi.” Laporan pada validasi prospektif karena dibuat dengan waktu berdekatan sehingga laporan batch pertama, laporan batch kedua, dan laporan batc ketiga langsung dalam satu laporan. Sedangkan pada concurent karena tiap batch nya dibuat dalam waktu yang berjauhan (karena produk yang menggunakan concurent biasanya produk mitu, g laku dipasaran, jarang dibikin , slow moving), maka setiap satu batch ada laporan validasi mininya, hanya saja kemudian ada summary record setelah tiga batch.

Sesungguhnya ngapain aja toh validasi itu??

Jadi tahap sebelum melakukan validasi adalah kita membagi berbagai tahap yang akan divalidasi itu kedalam tahap kritikal dan tahapan non kritikal.

Nah…pada saat pembahasan ini muncul istilah validasi by desain. (Perlu pembahasan tersendiri deh kayanya). Istilah ini muncul juga karena industri farmasi mulai masuk ke PICS. Intinya, jika melakukan validasi by desain maka validasi prospektif maupun concurent ini tidak berlaku. karena dengan validasi by desain , pengembangan produk berdasarkan critikal prosesing steps. Artinya apbila pada saat pengembangan produk R&D punya prosedur tahapan manufaktured, dan R&D telah melakukan validation by desain, maka peluang salah saat dilaunch sangat kecil. Intinya dengan konsep Validation by design, R&D sudah harus menentukan critical processing step, critical quality atribute, critical equipment pada waktu pengembangan produk.

 

Dari validasi ini hasilnya adalah dapat digunakan sebagai pembuktian bahwa proses produksi telah bisa menghasilkan produk secara konsisten baik dibuktikan menggunakan kriteria data (………………lod) maupun kriteria produk (friabilitas, kekerasan, kerapuhan, disolusi, dll).

 

Intermezo…

status produk itu ada tiga, yakni :

1. telah tervalidasi baik itu 3 batch maupun 20 batch.

2. sedang tervalidasi. saat 1 batch atau 2 batch.

3. Belum tervalidasi, kapan akan menvalidasi?

Wednesday, February 1, 2012

Untuk apakah HVAC ? dan apa itu HVAC?

Industri farmasi membutuhkan kondisi udara dimana harus bebas oleh pratikel debu, bersuhu tertentu, kelembaban tertentu, dan tekanan tertentu juga. Adapun system alat yang digunakan untuk membuat kondisi tersebut disebut HVAC, dimana dengan adanya HVAC kondisi udara akan dapat  di manage sehingga sesuai dengan persyaratan CPOB 2006 (Cara pembuatan obat yang baik).

 

image

Masih ada 1 kelas lagi yang harus diatur kondisi ruangannya yakni kelas E dimana pada CPOB 2001 disebut juga ruang grey area, dan CPOB 2006 digunakan sebagai ruang produksi non steril.

Persyaratan partikel debu yang di saring adalah antara 0, 5 sampai 5 mikrometer karena di udara partikel inilah yang bisa melayang – layang terbang dan berbahaya untuk produk (penyebab cross contamination). Sedangkan yang lebih kecil itu dari 0, 5 jumlahnya jarang, sedangkan yang lebih dari 5 mikro itu partikel tidak akan melayang – layang karena terlalu berat.

Secara garis besar, komponen dari HVAC merupakan AC split, dimana mempunyai kondensor dan blower, dan AHU.

blower digunakan untuk menghisab udara, pada AC spit maka komponen tersebut berada diluar. Setelah itu

image

Bagaimana HVAC bisa menyaring udara sehingga partikel udara dengan ukuran tersebut dapat tersaring?

Alat penyaringnya disebut filter, unitnya disebut AHU (Air Handling unit). Setelah udara masuk ke penyedot maka udara yang kaya akan partikel tersebut disaring. Komponen filter yang terdapat di AHU terdiri dari prefilter, medium filter, dan HEPA. prefilter memiliki efisiensi penyaringan 30-40 %, medium filter 99,5 %, dan HEPA ada beberapa effisiensi, salah satunya  HEPA H13 (99,95%) yang biasanya digunakan untuk produk non steril dan HEPA H14 (99,995 %) produk steril. Pre filter menjebak partikel dengan ukuran lebih besar dari 300 mikro meterkubik.

Mengapa digunakan tiga penyaring?

analoginya bahwa apabila langsung digunakan HEPA, maka saringan akan mudah jebol akibat partikel – partikel besar langsung menekan filter yang ukurannya lembut sekali.

 

Selain pengatur partikel udara, AHU juga mempunyai alat yang dapat mengatur suhu dan RH (Colling Coll humidity Colling).

 

Setelah melewati HEPA inilah aliran udara baru disebarkan ke berbagai ruangan . Untuk Ruang E, CPOB mensyaratkan sirkulasi udara diruangan tersebut 5 – 20 x / jam sedangkan untuk ruang D minimal 20 x/jam. Rentang sirkulasi ini lah yang dapat memberikan jumlah ukuran partikel yang ada di ruang produksi dapat sesuai dengan CPOB.

 

Milih mana, penggunaan 5 sirkulasi/jam atau 20 sirkulasi /jam? Nah…dasar penggunaan 5 kali tersebut yang dilihat antara lain :

1. Head generation, yakni panas yang dihasilkan diruangan. Misalnya saja (lihat gambar), ruang A adalah ruang penimbangan, B ruang mixing, C ruang filling, D ruang kantor. maka untuk Ruang D, tidak perlu sirkulasi yang terlalu banyak karena hanya ruang yyang tidak menghasilkan panas terlalu tinggi, sedangkan ruang B maka sirkulasi haruslah cepat.

2. particle Generation, Semakin banyak aktifitas yang menghasilkan partikle maka akan semakin banyak partikel yang dibangkitkan oleh aktifitas tersebut.

Dari dua dasar tersebutlah dilakukan kalkulasi. Setelah dikalkulasi baru kita dapat mengukur jumlah udara//volume udara yang masuk ke dalam ruangan. di ukur dengan rumus :

    Volume   Udara yang masuk     =  volume ruangan x air change

                                               misal = 8 m2 x 5 x / jam  = 40 m2/jam di konversikan menjadi 58 cfm (feed).

        

 

Oh iya, sistem HVAC itu air yang dingin itu asalnya ada dua jenis, yang pertama berasal dari freon dan yang kedua dari air yang didinginkan sampe X derajat C , baru udara dilewatkan sehingga bisa jadi dingin.

image 

Seperti starting material lainnya, Pengolahan Air dalam Industri Farmasi juga harus memenuhi standar GMP (CPOB) karena air sangatlah berperan penting dalam kualitas mutu.  Pengolahan air harus sesuai karena selain air merupakan tempat/sumber pertumbuhan mikroba juga air dapat juga sebagai kontaminan endotoxyn dan pyrogen.

 

Sumber air industri di Indonesia bisa berasal dari PAM maupun Air Bawah Tanah (Artesis Water).  Air yang digunakan untuk proses produksi sediaan non steril adalah purified water dan sediaan steril adalah water for Injection.

 

Berikut akan dijelaskan Alur pembuatan purified water adalah sebagai berikut :

image

Dari artesian well (air bawah tanah) air dipompa naik yang kemudian dilewatkan sand filter.  Sand Filter berupa Multi media filter seperti ijuk, batu bata, partikel – partikel besar. Pasir, lumpur, dan partikel – partikel besar yang berada dalam air akan terjebak di Sand Filter sehingga air yang terlewat sudah tidak mengandung lagi partikel – partikel nampak mata. Setelah itu, air ditambah injeksi klorin yang sering disebut Desinfection (chlorination) yang dapat berfungsi untuk membunuh bakteri – bakteri. Biasanya kadar klorin yang di injeksikan adalah 0, 5 – 1 ppm. Banyak sedikitnya tergantung source waternya. Untuk Industri farmasi di Sekitar Padalarang menggunakan 0, 5 ppm. Air ini disebut sebagai Raw Water yang kemudian ditampung di dalam Raw Water Storage. Air di dalam tampungan ini kemudian di pompakan ke Karbon Filter (Carbon Filter) menggunakan Pressure Tank. Pressure Tank berfungsi untuk menstabilkan tekanan air baik di jarak paling dekat pompa sampai jarak paling jauh pompa sehingga debit air bisa stabil. (bayangkan kran rumah kita yang paling jauh pasti alirannya lebih lambat daripada kran yang dekat tandon air). Carbon Filter berfungsi untuk menyaring semua kandungan karbon yang ada di dalam air. Setelah itu air dilewatkan ke free Chlorine controller untuk mencegah adanya klorin yang terikut dalam air. Air ini lah yang nantinya dibagi menjadi dua, yakni bagian pertama didistribusikan keruangan – ruangan karena sifat air ini adalah drinking water. Air ini juga biasanya yang digunakan untuk inisial rinsing (klo final Rinsing bukan pake air ini). Bagian kedua dimasukkan ke dalam raw water storage tank for industri production.

Air dari storage tank selanjutnya dialirkan ke ion exchange (Anion- Kation Exchanger). Ion Exchange yang berupa resin berfungsi untuk menghilangkan kesadahan (menghilangkan Za, Ca, Mg, dan ion – ion positif lainnya), serta menghilangkan ion negatif. Air yang keluar dari ion exchanger adalah air tanpa mineral. Disebut Demand Water. Selanjutnya air ini dibawa ke Break Tank. image Sebelum masuk ke Reverse Osmosis, air dilewatkan dalam sinar UV (Ultraviolet Light) untuk memfilter mikroba – mikroba yang masih hidup. Selanjutnya air masuk kedalam proses Reverse Osmosis.

 

Reversed Osmosis (RO) adalah suatu teknik purifikasi air yang dapat mengurangi 99 % total dissolve solids (TDS) di air. Proses yang terjadi merupakan tahap filtrasi terbaik dari teknologi membran (hingga 0,0001 mikron). air  dialirkan melalui membran semi permeabel khusus dengan tekanan hingga 150 – 200 psi yang dihasilkan menggunakan pompa tekanan tinggi. Proses yang terjadi merupakan penyaringan molekuler dimana hanya air murni saja yang melewati membran. Sementara kontaminan akan ditolak dan dibuang ke dalam saluran limbah. Kontaminan yang di tolak oleh membrane seperti garam terlarut  dan senyawa bermolekul besar >150 – 250 dalton.

image

 image

setelah air di murnikan menggunakan reversed osmosis, dan di lewatkan ke EDI cell maka setelah itu menjadi water for industri (purified water untuk produksi industri non steril). di simpan di holding tank dimana airnya ini selalu mengalir 24 jam. ada dua cara untuk menjaga purified water ini dari kontaminan, yakni dengan metode panas maupun filter yang kemudian di sinar UV. Untuk purified water yang digunakan untuk produksi sedian padat/semi padat metode memperahankan kemurnian adalah dengan filter 0, 3 mikron dan di lewatkan UV, sedangkan untuk sediaan cair, digunakan sistem pemanasan dengan suhu 80 C.

saya mau mendirikan industri farmasi, tapi sebelum itu, saya harus mengurus perizinan pendirian industri farmasi. Tapi sebelum itu saya harus tahu alur perizinannya dulu. Nah…karena saya g tau kapan mendirikannya, saya ceritakan dulu deh alur perijinan pendirian industri farmasinya. Oke!!!

hehehe…..