Total Pengunjung Blog

Followers

Popular Posts

Monday, November 21, 2011

    Pr juga termasuk kontrol sistem...proses transkripsi yang dinamakan faktor transkripsi, dilihat dari struktur protein, umumnya antara tiga : single, helix, disinsipeart…,

    Pertanyaannya adalah, siapa yagn mengaktifasi faktor transkripsi itu? Kemarin itu ada dua ciri, dia punya DNA binding domain, yang kedua dia berperan dalam regulasi/mengatur /berperan pada ekspresi genatau penekanann ekspresi gen…

    Dimerik protein yang terebusun atas 2 komplek sub unit protein , ukurannya p 50 kdalton dan ukuran p65.membentuk komplek dan mengenali sekuen spesifik. NfkB ini komplek dimerik, asalnya dari luar, dia bisa masuk...dari mana dia bisa masuk, sebelumnya, asalnya dari sini, nfk B asalnya dari kompelk p105 dan -65, nah..protein =protein ini kemudian di phosoporasilasi oleh suatu signal yaitu Lkk dan juga diaktifasi oleh jalur jalur lain, dan yang p105 dikenali esuatu enzim, yang kemudian ditempeli polipeptida kecil ubikitin, protein yagn ditempeli oleh ubikitin, merupakan suatu protein ciri kahas yang dikenali oelh suatu protein kinase, yaitu adalah enzim yang tugasnya mendegradasi protein lain. Protein yang dikenali oleh protein ini, dinamakan protein besar, namanya gloteasom, di potong menjadi P50. ketika masih di sitosol (di luar inti), di a akan di ikat oleh protein lain ikbalfa, (jadi ada protein p50, p65, dan iKb alfa. Selama protein ini diikat oleh ikb alfa, maka protein tidka bisa masuk ke dalam inti sel, sehingga tidak bisa melakukan fungsinya sebagai faktor trnskripsi.

    Bagaimana ini bisa masuk kesini?

Friday, November 18, 2011

 

image

Umbi bengkoang dikeringkan.

What? Apa yang dikeringkan? Umbi bengkoang yang telah di iris tipis – tipis.

Why ? Mengapa dikeringkan? Untuk mengurangi kadar air hingga mencapai kurang dari 10 % sehingga reaksi enzimatik tidak lagi berjalan, sehingga tidak mendegradasi senyawa – senyawa aktif yang ada didalam bengkoang. Bagaiamana reaksi enzimatik itu berjalan? Apa aja senyawa – senyawa yang terkandung dialam bengkoang? Jika reaksi enzimatik terjadi, lalu kenapa?

When? Sampai kapan pengeringan dilakukan??seberapa kering? Kapan berhenti mengeringkan?

Where?Dimana dikeringkan? Didalam oven pada suhu 50 OC, mengapa? Karena apabila suhu terlalu tinggi, senyawa metabolit aktif akan rusak, namun jika suhu rendah waktu pengeringan lama, sehingga reaksi enzimatik akan tetap berjalan dan merusak metabolit.

How?Bagaimana cara mengeringkannya? How long? Masukkan oven pada suhu 50 OC selama 24 jam

How Much? Seberapa banyak umbi bengkoang yang dikeringkan??65 kg

Umbi bengkoang diserbuk

Tujuan apa penyerbukan? Untuk memudahkan pelarut masuk ke dalam sel sehingga bisa mengambil zat zat aktif yang diamksud. Jangan terlalu besar, dan jangan terlalu kecil diameter partikelnya.. Seberapa kecil?ada aturannya…

What? Apa yang diserbuk? Umbi bengkoang yang telah diiris –iris dan di oven menggunakan suhu 50 oC. diserbuk sampai ukuran partikel berapa??

Mengapa diserbuk? Agar zat aktif yang akan diekstraksi dengan pelarut mudah terambil.

Bagaimana cara menyerbuknya?menggunakan alat penyerbuk. Apa alatnya??

Alat apa yang digunakan untuk menyerbuk?

Berapa banyak yang diserbuk?sejumlah umbi bengkoang yang telah kering.

When ?kapan serbuk di katakana telah selesai diserbuk? Setelah ukuran serbuk sesuai dengan yang ditentukan. Bagaimana cara menentukannya? Dengan parameter apa?

Where?

Analisis Kualitatif serbuk Umbi Bengkoang.

Untuk apa analisis kualitatif serbuk umbi bengkoang? Untuk menjamin kualitas dari serbuk umbi bengkoang sesuai dengan parameter yang telah ditentukan.

Apa saja analisis Kualitatifnya?pamaremeter organoleptis, susust pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air. Apa itu??

Mengapa harus dianalisis?Untuk menjamin kualitas serbuk, sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Untuk serbuk, parameter organoleptic tidak ada, hanya data nominal, sedangkan analisis susut pengeringan, kadar abu, dan kadar sari, terdapat parameter, untuk kadar abu BPOM beluem menentukan batasan kadar abu total dan abu tidak larut asam pada simplisia (belum dicari di herbal farmakope Indonesia).kadar sari larut air juga belum ditentukan. Kadar sari larut air digunakan untuk semakin besar nilai kadar sari maka senyawa yang terdapat dalam bahan juga semakin banyak.

Bagaimana cara melakukan analisis kualitatif?

Susut pengeringan : bahan uji ditimbang secara seksama sebanyak 1, 0 gram dan dimasukkan ke dalam botol timbang dangkal bertutup yang sebelumnya telah dipanaskan pada suhu 105 OC selama 30 menit dan telah ditara. Sebelum ditimbang, bahan diratakan dalambotol timbang, dengan menggoyangkan botol hinggga merupakan lapkisansetebeal lebih kurang 5 mm hingga 10 mm. Jika bahan yang diuji berupa ekstrak kental, retakan degnan bantuan pengaduk. Kemudain dimasukkan ke dalam oven, buka tutupnya, keringkan selama 5 jam pada sushu 105 O‑ C hingga bobot tetap. Sebelum setiap penimbangan, biarkan botol dalam keadaan tertutup mendingin dalam eksikator hingga suhu kamar. Bobot tetap adalah selisih antara penimbangan berikutnya dalah 0, 25 %. Susut pengeringan dihitung terhadap bahan awal.

Kadar abu:

Kadar abu total : lebih kurang 2, 0 gram bahan ditimbang seksama, dimasukkan ke dalam krus silikat yang telah dipijarkan dan ditara, lalu diratakan. Kemduain dipijarkan perlahan – lahan hingg aaraing habis di muffle furnace dan ditimbanng, akdar abu dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara.

Petena[an kadar abu tidak larut asam :

Abu yang diperoleh pada peneteapan kadar abu total dididihkan degna 25 ml asam sulfat encer P selama 5 menit, lalu bagian tidak larut asam dikumplulkan, disaring melalui kertas saring bebas abu, cuci dengan air panas, kertas asssairng dipijarkan bersama sias abu dalam krus yagn sama higga bobot tetap. Ditimbang. Kadar abu tidak larut asam dihitung terhadap bahan awal

Penetapan kadar sari laur tetanol

Sejumlah 1, 5 gram bahan dimaserasi selama 24 jam dengan 30 ml etanol 95 % sambil berkali – kali dikocok selama 6 jam pertama dan kemudain dibarikan selama 18 jam, disaring ceapat dengan menghindarkan penguapan etanol, kemudian 20 ml filtrate diuapkan hingga kering dalam cawan dangkal ebrdasarkan rata yang telah ditara, residu dipanaskan pada suhu 10 OC hingga bobot tetap. Kadar dihitung dalam persen senaywa larut etanol 95 % terhadap bahan awal

Petetapan kadar sari larut air

Sejumlah 1, 5 g bahan dimaserasi selama 24 jam dengan 30 ml air kloroform sambil berkali kali dikocok selama 6 jam pertama dan kemudian dibiarkan selama 18 jam, disaring cepat dengan menghidarkan penguapan etanol, kemudain 20 ml filtrate diupakan hingga kering dalam cawan dangkal berdar rat yag telah ditara, residu dipanaskan pada sushu 105OC hingga bobot tetap. Kadar dihitung dalam persen senyawa larut dalam air terhadap bahan awal.

Kapan dilakukan analisis kualitatif?

Setelah penyerbukan selesai.

Dimana melakukan analisis kualitatifnya?

Apa alat yang digunakan? Oven, muffle furnace, eksikator, kurs, cawan porselin, dan alat alat gelas.

Maserasi dengan Petroleum eter

What maserasi dengan petroleum eter??Apa tujuan maserasi petroleum eter? Untuk menghilangkan senyaw a- senyawa non polar pada umbi bengkoang, yaitu 9, 12 tricosandiene, palmitic acid, beta –sitosterol, stigmasterol, trilinolein, hexadecyl pentanoate.

Mengapa dilakukan maserasi dengan petroleum eter?karena senyawa – senyawa non polar harus dihilangkan karena yang akan di uji adalah senyawa yang bukan non polar., sementara untuk menghilangkan dapat menggunakan petroleum eter, PE merupakan pelarut non polar.

Bagaimana cara maserasi dengan petroleum eter?

Serbuk diekstrasi dengan maserasi menggunakan PE. Waktu?Cara kerja teknis?

Setelah proses maserasi berlangsung, maka disaring. Residu kemudian dikeringkan untuk menghilangkan tapak tapak PE

Dimana maserasi dilakukan?

Alat apa aja yan gdigunakan?

Maserasi dengan Ekstrak Metanol

Mengapa dilakukan maserasi dengan ekstrak methanol terlebih dahulu? Mengapa tidak langsung fraksi etil asetat?Mengapa dignakan methanol?tidak etanol?

Bagaimana cara memaserasi dengan ekstrak methanol?

Kapan maserasi berakhir?

Berapa lama maserasi dilakukan?

Menggunakan alat apa saja maserasi dilakukan?

Bagian mana yang di maserasi dengan ekstrak methanol ? bagian residu hasil maserasi PE

Pembuatan Fraksi Etil Asetat

Untuk apa membuat fraksi etil asetat : untuk menyari senyawa isoflavon yang diinginkan,

Bagiamana tahunya bahwa senyawa isoflavon itu di dalam fraksi etil asetat? Di gunakan HPLC

Bagaimana cara pembuatan fraksi etil asetat :

Ekstrak methanol kental disuspensi dengan akuades panas, kemudian dilakukan ekstraski cair – cair dalam corong pisah dengan etil asetat dengan perbandingan air : etil asetat 1:1. Filtrat frkasi etil asetat kemduian dipekatkan menggunakan vacuum rotaevaporator kemudian dilanjutkan degnan freeze dryer.

Ekstrak methanol umbi bengkoang disuspensi dengan akuades dengan perbandingan 1 bagian ekstrak dalam 2 bagian akuades. Lalu bagian air dipartisi dengan etil asetat berkali – kali (Akuades : etil asetat = 1 :1 untuk tiap partisi). Fraksi etil asetat dipekatkan degna vacumm rotaevaporator. Fraksi etil asetat pekat lalu dilakukan freeze drying. Rendemen perolehan fraks etil asetat dihitung terhadap ekstrak methanol dan tehradap serbuk bengkoang . Guna untuk mengisolasi senyaw aisoflavon dalam umbi bengkaong yan diduga berpotensi sebagai fitoestrogen.

Bagian mana yang diambil untuk di buat frkasi etil asetat ? ekstrak metanol


[a1]What?

When?

Wher?

Who?

Why?

How much?

How?

Wednesday, November 16, 2011

 

 

adik adikku…

kupandangi foto pemberian kalian di hari ulang tahunku yang lalu, Nampaknya, foto ini akan menjadi teman bagiku,  mengisi hari – hari ini…

image

Adik adikku….sudah hampir satu tahun kita bersama…

aku  melihat bahwa jiwa – jiwa kepemimpinan kalian sudah mulai di butuhkan untuk berkontribusi di lingkungan farmasi. Aku kagum dengan kalian adik adikku…

Saturday, November 12, 2011

Oleh : Andy Eko Wibowo (11/322567/PFA/1065)


SUMBER PENGETAHUAN DAN PENALARAN ILMIAH

Oleh : Andy Eko Wibowo (11/322567/PFA/1065)

Pendahuluan

Bagaimana kita sebagai ilmuwan, tentunya tidak lepas dari persoalan- persoalan penalaran dan logika. Harus tahu bagaimana menalar dan apa itu logika, khususnya harus mengetahui logika penalaraan sebagai dasar aktifitas kegiatan di bidang ilmiah. Jika manusia harus berpikir melalui bentuk penalaran, bagaimana posisi penalaran dan logika dalam bidang ilmiah?

Saturday, November 5, 2011
Kali ini…perihal pemikiran ini, ku sampaikan kepada seorang sahabat…sahabat yang kini, aku dan dirinya berjuang bersama – sama, dengan bingkai sebuah hal yang indah di masa depan……Ledok Timoho….
Kawan……engkau seorang dokter, calon dokter tepatnya….
kawan……aku seorang apoteker, calon apoteker tepatnya…..
kawan…..sungguh…aku sangat bahagia, sebelum mengabdi pada duniaku, dunia profesiku…aku  di beri kesempatan untuk mengenalmu secara pribadi…., mengenal seorang sosok yang nantinya kita akan mengabdi dalam hal yang sama, yakni dunia kesehatan...