Total Pengunjung Blog

Followers

Popular Posts

Saturday, October 6, 2012

 

Dear kawan – kawan peneliti…..

Dalam bab ini kita akan membahas berbagai hal mengenai bagaimana memilih jenis hewan uji yang tepat yang digunakan dalam penelitian kita. Berbagai pertanyaan pasti melintasi pikiran kita, seperti kenapa tikus putih jenis wistar yang dipilih untuk penelitian ini? Kenapa Sprague? Kenapa bukan kelinci? Atau malah bukan mencit? Kenapa bukan hewan lainnya?

Nah…jadi kawan – kawan…..pemilihan hewan uji itu terkait dengan validitas dalam penelitian kita. Sudah tahu bukan validitas dalam apa? Jika lupa, cob abaca lagi chapter pertama. Hewan uji di pilih karena pada intinya dapat mewakili kondisi nyata penelitian yang kita lakukan sehingga memenuhi validitas dalam dan pada akhirnya penelitian kita dapat dikatakan valid.

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai jenis jenis tikus yang digunakan, Berikut beberapa tips bagaimana memilih hewan uji yang baik:

1. dapat menyerupai fungsi atau penyakit yang ingin diteliti
2. Spesies tersebut tersedia untuk sebagian besar peneliti
3. dapat dieksptrapolasi pada manusia
4. dapat ditangani dengan mudah oleh sebagian besar peneliti
5. dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan data yang diinginkan
6. terdapat fasilitas pemeliharaan yang memadai
7. terdapat dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan replikasi sampel
8. Be polytococous (multiparous) so that multiple offspring are produced

Nah….setelah kita tahu beberapa poin diatas, maka kita akan mulai membahas berbagai jenis hewan uji yang sering digunakan dan mengapa digunakan hewan uji ini, bukan yang lain.

Didalam penelitian, ada beberapa hewan uji yang sering digunakan, yakni tikus, kelinci, dan primata. Permasalahannya adalah tidak sembarang hewan uji bisa digunakan untuk penelitian. Hewan hewan uji tersebut harus memenuhi beberapa kriteria sehingga hewan uji dapat dikatakan sesuai untuk fungsi atau penyakit yang di jadikan obyek penelitian kita. Berikut beberapa spesies hewan uji beserta karakteristiknya serta seringnya peneliti menggunakannya.

TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY

Tikus ini jinak, Berat dewasa antara 250-300 g untuk betina, dan 450 – 520 g untuk jantan. Usia hidup antara 2, 5 – 3, 5 tahun. Ekornya lebih panjang daripada tikus galur wistar,berkembang biak dengan cepat. Tikus ini paling banyak digunakan dalam penelitian – penelitian biomedis seperti toksikologi, uji efikasi dan keamanan, uji reproduksi, uji behavior/perilaku, aging, teratogenik, onkologi, nutrisi, dan uji farmakologi lainnya. Contoh contoh penelitian yang dilakukan antara lain Studi infeksi maternal dan fetal (Riggs), Studi efek diet pre-natal tinggi garam pada keturunan (Porter),studi efek status seks dan hormonal pada stress yang diinduksi kerusakan memori (Shansky),Studi gen ostocalcin spesifik stulang pada tikus (Rahman), dan Studi eksitabilitas hippocampus selama siklus estrus pada tikus (Scharfman).

TIKUS PUTIH GALUR WISTAR

Tikus galur wistar memiliki bobot yang lebih ringan dan lebih galak daripada galur Sprague dawley . Tikus ini banyak digunakan pada penelitian toksikologi, penyakit infeksi, uji efikasi, dan aging.

Kapan kita memilih menggunakan wistar dan kapan memilih menggunakan SPRAGUE DAWLEY?

TIKUS MUNGIL ALIAS MENCIT

Mencit berbeda dengan tikus, dimana ukurannya mini, berkembang biak sangat cepat, dan 99% gennya mirip dengan manusia. Oleh karena itu mencit sangat representative jika digunakan sebagai model penyakit genetic manusia (bawaan). Selain itu, mencit juga sangat mudah untuk di rekayasa genitiknya sehignga menghasilkan model yang sesuai untuk berbagai macam penyakit manusia. Selain itu, mencit juga lebih menguntungkan dalam hal kemudahan penanganan, tempat penyimpanan, serta harganya yang relatif lebih murah.

KELINCI ALBINO

Kelinci Albino juga merupakan hewan uji yang sering digunakan selain tikus. Hewan ini biasanya digunakan untuk uji iritasi mata karena kelinci memiliki air mata lebih sedikit daripada hewan lain dan sedikitnya pigmen dimata karena warna albinonya menjadikan efek yang dihasilkan mudah untuk diamati. Selain itu, kelinci juga banyak digunakan untuk menghasilkan antibody poliklonal.

Kucing

Siapa yang tidak mengenal hewan ini! Ternyata kucing juga biasa digunakan dalam penelitian terutama pada penelitian neurological (saraf). Kucing yang seperti apa ?

Anjing

Banyak digunakan sebagai model penyakit manusia pada sistem kardiologi, endokrinologi, dan tulang

Primate

Banyak digunakan pada uji toksikologi, AIDS, hepatitis, neurologi, perilaku dan kognisi, reproduksi, genetic, dan xenotransplasi.

 

Informasi ini di Tulis ditulis oleh Yonika arum larasati, https://www.facebook.com/yonika.larasati?ref=ts&fref=ts

dan alamat blog www.yonikalarasati.blogspot.com  dan saya daur ulang dengan kata kata saya.

 

silahkan update informasi ini dengan menuliskan koment karena informasi ini akan terus di perbaharui (coz belum nemu buku yang tepat untuk menguak lebih dalam tentang hewan uji)

http://www.taconic.com/user-assets/Documents/spraguedawley_booklet.pdf

http://www.taconic.com/wmspage.cfm?parm1=859

http://en.wikipedia.org/wiki/Animal_testing

http://www.criver.com/EN-US/PRODSERV/BYTYPE/RESMODOVER/RESMOD/Pages/WistarRat.aspx

0 comments: