Total Pengunjung Blog

Followers

Popular Posts

Wednesday, April 13, 2016
Andy sebenarnya ingin menjelaskan bagaimana cara membayar pajak dan mengisi spt tahunan. Akan tetapi sepertinya, diforum ini, hal tersebut ane skip terdahulu, andy anggep semua teman teman disini sudah mengerti bagiamana cara mengisi spt tahunan.  Kali ini andy ingin membahas tentang pajak yang merupakan variabel cost serta membuat kawan - kawan sadar di neraca aktiva pasiva bahwa kita memiliki hutang  selain hutang dagang, hutang bank, yakni hutang pajak, sehingga nanti kita tidak kaget jikalau tiba tiba saja mendapatkan surat himbauan kurang bayar pajak tahun tahun lalu. But, ini hanya hasil pemikiran saya melalui pengalaman pengalaman beberapa tahun, sehingga tetap disclaimer on.
Di Era ini, pajak menjadi variable cost, dimana semakin tinggi omzet kita maka cost yang dibayarkan juga semakin meningkat.
Sebelum memulai lebih lanjut, saya ingin menggambar sebuah bagan, yang mana nanti bagan ini dapat memahamkan kawan kawan tentang data administrasi apa saja yang harus disiapkan oleh kawan - kawan bila berurusan dengan pajak.
Monggo silahkan menafsirkan sendiri, mengapa harus dipisahkan sedemikian rupa!!!
Dari omzet yang mana kita membayar pajak? tentunya dari total buku omzet perbulan tersebut di kali 1 %.
Ingat konsep yang kemarin saya bilang, jika ada kasus dengan orang pajak, maka harus diselesaikan ditingkat Acount representatif!!!! Karena jika kita tidak mengindahkan himbauan surat tersebut , maka akan ada himbauan ke II, peringatan I, peringatan II, jika tidak diindahkan, maka kasus ini oleh AR akan dilimpahkan ke bagian pemeriksaan. Nah..klo sudah dibagian pemeriksaan ini, kita akan susah sekali menghindar, bahkan mereka biasanya akan mencari cari pajak yang belum terbayarkan sehingga kerugian yang kita hadapi justru semakin besar, bahkan banyak pengusaha yang tahap pemeriksaan ini justru bisnisnya menjadi menurun, karena membutuhkan energi yang sangat besar sekali mengurusi permasalahan ini.

Data yang terekap disoftware pajak adalah pembelian yang mengandung ppn. Jika kita mampu secara lengkap mengumpulkan fakturnya setiap bulan dan buku stok setiap bulannya selalu di update penambahan maupun pengurangan, serta buku omzet, maka sesungguhnya kita sudah aman dan memiliki barang bukti jika sewaktu waktu kita mendapatkan surat cinta dari pajak. Silahkan datang ke pajak, ke AR, bawa barang bukti kawan - kawan semua, dan jelaskan kepada AR tentang hal tersebut. Maka AR pajak akan mengerti tentang data data tersebut!!!.

Pertanyaannya adalah, bagaimana agar kita dapat membayar pajak lebih murah? Jawabannya adalah mengapa anda tidak bangga membayar pajak besar? Yang artinya bisnis anda sukses !!!

Bukan ini yang akan saya bahas, tetapi bagaimana neraca aktiva pasiva yang akan kita bahas. Misal neraca awal kita adalah sebagai berikut :

Neraca awal   
Asset :
Uang cash  : 5.000.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 50.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 0


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 0

56.000.000
56.000.000

Misal bulan ini kita mendapatkan omzet secara cash 30.000.000 dengan keuntungan 10 %, maka persediaan yang berkurang adalah 27.000.000 dan laba adalah 3.000.000
Neraca berubah menjadi seperti ini :

Asset :
Uang cash  : 35.000.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 23.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 0


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 3.000.000

58.000.000
58.000.000

Karena pajak adalah variabel kost pajak yang harus kita bayar adalah 1 % dari omzet, maka 300.000, sehingga laba berkurang 300.000 dan kita memiliki hutang pajak 300.000 , neraca menjadi seperti ini
Asset :
Uang cash  : 35.000.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 23.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 300.000


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 2.700.000

58.000.000
58.000.000

Nah...disini kita lihat mau bayar pajak berapa? Mau berdasarkan pembelian ppn, atau pembelian total, atau omzet ppn atau omzet total, terserah. Tapi yang perlu diingat adalah anda memiliki hutang pajak 300.000 dikurangi dengan pembayaran pajak yang anda lakukan.

Misal pajak yang anda bayar adalah 150.000, maka neraca akan menjadi seperti ini :
(uang cash berkurang 150.000, dan hutang pajak juga berkurang 150.000)
Asset :
Uang cash  : 34.850.000
Piutang       : 1.000.000
Persediaan : 23.000.000

Hutang
Hutang dagang : 2.000.000
Hutang bank     : 1.000.000
Hutang pajak    : 150.000


Modal :
Modal            : 40.000.000
Laba ditahan : 13..000.000
Laba sekarang: 2.700.000

58.000.000
58.000.000

So....anda memiliki hutang pajak 150.000, yang sewaktu waktu kemungkinan akan disurati oleh pihak pajak, jadi jangan coba coba teman – teman kumudian bilang “lho....saya tertip mbayar pajak kok, masih tetap saja disurati !!!!”.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran teman – teman, bahwa kita harus memiliki cadangan uang cash yang sesuai dengan pajak yang belum kita bayar, agar perusahaan kita tetap berlangsung tanpa harus melakukan amputasi. Melek finansial tentunya sangat penting !!!