Total Pengunjung Blog

Followers

Popular Posts

Sunday, January 1, 2012

        Penelitian ada dua , desain penelitian eksperimental dan non ekspiremental.

        Mengapa desain penelitian diperlukan?

        clip_image001[6]

        Salah satu ciri penelitian adalah proses pengukuran yang dipercaya, akurat sehingga hasil penelitian bisa dipercaya, salah satu aspek yagn sangat penting adalah validatas luar yang sangat ditentukan oleh desain penelitian. Desain penelitian ini akan menentukan penelitian itu valid atau tidak , maka kita harus betul betul memperhatikan desain penelitian valid tidak

        clip_image002[6]

        Sifat rancangan penelitian :

        Harus ada rencana, struktur yang jelas (ada komponen komponen yang terlibat disitu yang kita tata secara sistematik), dan juga dalam rancangan menunjukan strategi penelitian karena penelitian itu harus ada target yang jelas, luaran yagn jelas, serta bisa dipercaya terukur secara akurat sehingga strategi wajib ada. Luaran biasanya adalah data data yagn itu mengarah pada /bisa menjawab permasalahn yang kita ajukan. Selanjutnya kita atur dan kita susun dan itu bisa kita publikasikan sehingga untuk mencapai itu mendapatkan data - data yang akurat sehingga kita perlu strategi, dan strategi itu ada dlam rancangan penelitian kita. Setiap penelitian betul betul rancanagnnya harus tepat.

        Untuk menjawabab pertanyana/permasalahn (dapat menguji kebenaran hipotesis)

        Yang tidak kalah pentingnya dalam rancangan itu juga harus memperhitungkan validitas luar dan validitas dalam dari penelitian yang kita kerjaakan. Kemarin sudah disebutkan apa itu validitas luar dan validitas dalam?sehingga kita bisa benar - benar tahu bagaimana akurasi dan visible kita lakukan valid. Sehingga validitas jangan di lupakan desain.

        Idealnya S2 itu seminar proposal dulu, idenya bagus, keluarannya akan bagus, tapi rancangannya g valid, nah, mestinya di betulkan dulu, jadi dilihat/direview dulu desainnya, baru kita mengerjakan reseacrhnya…

        Desain akan menjamin tiga hal

        Startegi pengedalian varians, misal kita

        clip_image003[6]

        memekasimalkan varian peneitian, misal efek yang siknifikan dari variabel tergantung akibat varian bebas. Nah, ini supaya mencapai sasaran yang terbaik, maka kita memaksimalkan nanti untuk mendapatkan efeknya. Sehingga dalam rancangan kita pilih nanti bagaimana agar efek itu bisa kita dapatkan secara maksimal,

        juga kita bisa mengkontrol variabel luar , kondisi variebale luar yang homeogen, randomisasia subyek, dan melakukan matching.

        Kemudian meminamalkan kesalahan varian, kontrol terhadapa pkondisis pengukruan, meningkatkan reliablitas pengukuran, termasuk juga tenaga pelaksana yang betul betul terpercaya. Tenaga peneliti sering kali kita kerja di lab dibantu oleh tenaga laboran, hati - hati jangan di culke begitu saja, karena akan mempengaruhi validitas. Yakinkan bahwa tenaga pembantu itu, betul betul orang yang bisa dipercaya.

        clip_image004[7]

        Rancangan penelitian , prinsip :

        Semua harus diperhitungankan dalam rancangan penelititna sehingga ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan :

        Ada sebab akibat, perlakuan itu dialkuan terhadap subyek uji yang di manpulasi/perlakukan, kemudian ada monitororng perubahan efek, dan kita bisa mengendalikan vairabel pengacaunya..

        clip_image005[7]

        clip_image006[7]

        Pola dasar kelompok perlakukan dan kelompok kontrol.

        Pengendalian variabel pengacau ->

        * menggunakan rancangan percobaan tertentu, seperti pembatasan subyek uji, randomisasi, matching, rancangan sama subjek

        * menggunakan analisis statistik tertentu

        Macam - macam manipulasi :

        1. Pola perkalukan vs tanpa perlakukan
        2. Perlakukan lebih banyak vs lebih sedikit
        3. Ada perlakukan dengan standar sebagai kontrol psositf, atau mix ada kontrol positif ada kontrol negatif. Sehingga tolong dipikirkan dulu perlu kontrol positif atau kontrol negatif, atau dua - duanya, jika salah dapat dipastikan penelitian bisa diragukan. Contoh, kita mau meneliti ekstrak tertentu yang memiliki efek kadar kolesterol darah, kenaikan LDL, penurunan kolesterol , atau kadar gula darah, sering kali kita memerlukan adanya kontrol positif, dan juga negatif,. Untuk kontrol positif penurunan kolesterol sivastatin, klo diabetes, misal glibenklamid. Kira - kira untuk apa? Untuk mengetahui bagaimana validitas dalam kita, apakah memberikan efek seperti yang diharapakan, harapannya ketika kita memberikan kontrol posiititf kita memberikan efek, artinya, jika tidak maka ada sesuatu yang menghalangi. Ada faktor yang lain, disamping subyeknya resisten, seperti metodenya keliru, cara pemberiannya , jadi bagaimana kita meyakinkan bahwa metode kita itu akurat, adekuat, ...klo kontrol posiitif harapannya memberikan efek, klo g ada, berarti ada sesuatu, mungkin dari subyek ujinya atau metode yang kita gunakan keliru, sehingga kontrol posisit fitu sering kali kita perlukan, misalnya seperti ini, juga kadang dikombinasi kontrol negatif.

        Desain ini sebagai panduan penelitian dan menjamin validitas dalam dan validitas luarnya. Misal efek 50 % oebgemanata, jangan jangan dua puluh lima persen, klo g ada kontrol positif, kita sulit menjelaskan.

        Seingga dalam rancangan penelitien eskperimental ada beberapa piliah :

        Bisa kita lukian dengan RPE murni /sederhana

        1. RPE sederhana, post tes only contro lgorup design, diperlukan kemudian diamati diukur efeknya, kemudian dit amabah kadang ada kontrol negatifnya, atau kontro lpositif, tapi desain yang digunakan post tes only control group design, biasanya groupnya perlakukan di kontrol dosis.
        2. Ada juga rancangana yang melakukan pretes, sebelum dilakukan observasi, dilakuan pengukuran dulu. Misal antikolesterol, sebelum itu di ukur kadar kolesterol, trus di perlakukan, lalu di ukur lagi. Melakukan uji klinik fitofarmaka untuk penurun kadar koleseterol, sebelum dikasih obat di ukur, sesudah dikasih obat di ukur lagi. Ini klo perlakukan nya satu, klo variabelnya lebih dari satu, kita menggunakan
        3. Rancanagna faktorial. Serign dilakukan oleh penelitiian penelitian di bidang farmasi.

        pretes

        clip_image007[7]

        clip_image008[7]

        clip_image009[7]

        clip_image010[7]

        clip_image011[4]

        clip_image012[4]

        clip_image013[4]

        clip_image014[4]

        clip_image015[4]

        clip_image016[4]

        clip_image017[5]

        Contoh : RPE MURNI SEDERHANA

        Ji, S, Willis, GM, Frank, GR, Cornelius, SG and Spurlock, 1999, Soybean isoflavones,

        genistein and genistin, inhibit rat myoblast proliferation, fusion and myotube

        protein synthesis, J. Anim, Sci.,75(56):1291-1297. à lampiran 1

        Tujuan : mengevaluasi apakah genistein dan genistin mempunyai

        efek penghambatan proliferasi secara pada kultur sel myoblast.

        Rancangan penelitian :

        -variabel bebas : konsentrasi genistein dan genistin

        -variabel tergantung : proliferasi sel myoblast

        Analisis statistik :

        -parameter yang diukur : waktu pemaparan, protein yang terbentuk

        -Anova, t test

        Dia bahan alam yang bisa efek seperti fitoestrogen, ini banyak terdapat dimana? Di kacang kedelai. Ibu - ibu harus banyak mengkonsumsi susu dan tempe.

        Faliditas juga ditunjukkan dair input material, karena itu juga penting, untuk menjamin validitas kita, input yang utama adalah sel yang digunakan berasal dari ATCC, institutsi yang menyimpan /mengkoleksi berbagai macam kultur sel, dari bakterial sampai dengan human, bahkan plasmid, danATCC sangat terkenal validitas sistemnya, dan klo kita mau supmit ke jurnal, input pentian kita valid tidak, kita harus sejak awal, jangan sampai kita tidak tahu intput material yang kita gunakan, ada kultur mediumnya, dan juga antibiotik yang digunakan, tapi juga bahan - bahan yang sangat penting, yang pokok saja, kemudian juga melakukan eksperimen bagaimana mengamati proliferasi sel mublas. Tunjukkan bahwa metode itu yang betul betul sudah terjamnin validitasa, diceritakan detail banget tidka, tapi menunjukkan cara cara yang validt…..

        Replikasi hasil dicertakan untuk menjamin validitas luar, jadi metodelogi dia sampaikan direplikasi, biasanya di hasil berapa kali replikasi untuk menjamin validitas supaya betul betul mewakili validitasnya. Klo hanya melakukan sekali, urnal pasti tanya.

        Diamati pengaruh profliferasinya, memilih sekarang, metode yang digunakan untuk menguji proliferasi, apa yagn dia pilih, disitu di lihat pakai metil tritium timidin in corporation. Dengan turbidimetri, atau bisa yang lain lagi, dia milih metode dengan timidin in corporation. Hidrogen pada metilnya diganti tritium..Isotop itu sifat kimianya sama, dan sifat fisikanya berbeda. Incorporation, artinya yang tergabung atau tersatukan, dengan DNA, diamati. Nah, ini menunjukkan apa? Aktifitas sel itu dalam melakukan sintesis DNA. Klo banyak yang tergabung, aktifitas DNA tinggi. Aktifitas dNA berbanding lurus dengan aktifitas proliferasi. Klo kita memilih ini, d indonesia susah, tidak bisa di aplikasikan di indoensia. Maka kita memilih metode lain yang valid.

2 comments:

Aila said...

trimakasih sangat membantu tugas ahir..:D

Anonymous said...

apakah mungkin dalam penelitian tidak memakai kontrol positif, hanya memakai kontrol negatif?