Total Pengunjung Blog

Followers

Popular Posts

Monday, January 2, 2012

“Banyak orang yang berhasil melewati ujian Allah yang berupa kesusahan”

“Banyak orang yang berhasil melewati ujian Allah yang berupa kekurangan”

“Namun, sedikit orang yang bisa melewati ujian Allah yang berupa “kesenangan dan kemewahan”

 

Dear kawan….sungguh!! Kali ini aku tak tahu, apakah harus berteriak bahagia, atau harus menangis sesugukan… Kali ini, KOPI mendapatkan sebuah ujian dari Allah yang benar – benar belum pernah di alami sebelumnya. Ujian itu berupa kemewahan.

Entah kawan, apakah ini dikatakan baik, atau ini dikatakan buruk. Yang jelas ini adalah amanah yang harus di wujudkan dalam bentuk kerja keras. Bayangkan saja, kini di daerah tersebut memiliki fasilitas yang lengkap, beberapa set komputer,proyektor,  rumah belajar yang mewah, dan kelas tataboga yang harus berjalan dengan dana yang tidak bisa dikatakan sedikit, puluhan juta.

 

Apakah kita siap dalam mengemban amanah ini?sementara dengan amanah yang sudah ada kita terkadang tunggang langgang!!

Apakah kita siap dalam memberikan manfaat yang kontinue dan berkelajutan hingga yang diberi manfaat benar – benar merasakan keberhasilan?

bahkan terkadang, aku bertanya…sesungguhnya parameter apa yang bisa digunakan dalam menyatakan bahwa kegiatan yang kita lakukan selama ini berhasil? Abstrak kawan…..Seandainya aku pemimpin negara, mungkin sudah banyak mahasiswa yang mendemoku…dan seandainya aku menteri, pasti pula langsung kena resuffle….maka aku mohon maaf atas tulisan kesombonganku tempo dulu, yang merasa angkuh sekali dalam memojokkan para pemimpin di negeri ini.

 

Terkadang aku berpikir, apakah kita sudah siap mengemban amanah ini padahal amanah orang tua belum terselesaikan. Apakah beberapa lapangan pekerjaan yang telah kita buat ini layak sedangkan kita sendiri saja belum bekerja. Apakah kita akan berhasil mendidik anak orang lain sedangkan kita sendiri belum terbukti berhasil mendidik anak sendiri.

Meskipun demikian, aku yakin…selama niat kita lurus, Lilahi Ta’ala,kegagalan jenis apapun tak akan membuat kita resah. Mengapa? karena Allah bersama kita.

doakan kami kawan….jikalau bisa, bantulah kami kawan….masih sangat panjang perjalanan kita untuk dikatakan berhasil.

 

 

aku ingin menuliskan kata yang mungkin bisa teman-teman ingatkan ketika diri ini khilaf, ketika diri rapuh, dan ketika diri ini merasa jatuh.

Ku tak akan berhenti berkontribusi dalam membangun negeri ini, meskipun yang aku bangun tidak ada artinya untuk Indonesia yang besar ini.

188483_1733435890087_1064235707_31572880_2642091_n

aku yakin, suatu saat kalian harus menunjukkan tulisan ini kepadaku, ketika aku rapuh dan lupa akan tulisan ini….

 

aku sayang kalian semua…..

semua yang telah bekerja keras  sampai saat ini.

2 comments:

ika_cahya88 said...

Bismillah..
ishbiru akhy :) bukankah anta percaya bahwa ALLOH berjanji akan memudahkan sendiri hambaNYA yang telah memudahkan urusan orang lain??
Jika dibandingkan dengan kepemimpinan jaman generasi terbaik, para pemimpin ikut mengurusi masalah-masalah rakyat, berhadapann dengan keluhan rakyatnya. berbeda dengan jaman sekarang yang dapat dihitung jari pemimpin yang mau bertemu rakyatnya daripada kertasnya :p akibatnya yang mudah kertasnya bukan urusannya.

InsyaALLOH dengan kita ikut membuat orang lain menjadi berguna maka kita sudah menjadi orang berguna, meskipun yang kita sampaikan hanya 1 ayat kebenaran :)

Itheng cemani said...

syukron ukhti....
amin....
sabar itu cahaya ya...!!
hehee...
klo yang ini saya kurang setuju, sebenernya banyak kok pemimpin yang langsung berhadapan dengan keluhan rakayat dan langsung mengurusi masalah - masalah rakyat, hanya saja media indonesia lebih senang membicarakan pemimpin yang jelek, sehingga kita ikut terprovokatif. yang baik g asik buat di ekspose...
amin...semoga kita selalu ada di jalan yang lurus ya meskipun kadang saya pun bertanya, "apakah benar saya sudah berada di jalan yang lurus?", di luar sana masih ada jutaan hafidz, jutaan orang rajin ta'lim, dan jutaan orang berjihad, sudahkah kita ada di jalan yang lurus?"seberapa luruskah jalan kita?hohoho...
na'am..