Total Pengunjung Blog

Arsip Blog

Pengikut

Popular Posts

Sabtu, 11 Desember 2010

Masih seputar pertanyaan yang ada di http://www.forumsains.com/artikel/daya-kerja-deterjen/

8 Re: Daya Kerja Deterjen oleh BOGEN pada Juni 02, 2009, 07:46:05

----->dia tanya pas ULTAH ku, heheehe, G penting banget!!!

kalo saya baca dari analisa isni alfia, disitu ada terdapat kata2 yang mengatakan kalo banyak tidaknya busa tidak terlalu mempengaruhi tingkat kebersihan yang dihasilkan
yang mau saya tanyakan, sebenarnya apa guna dari timbulnya busa??? knapa harus ada busa, kalo itu memang tidak terlalu mempengaruhi tingkat kebersihan yang ada???
kalo ada yang tau tolong kasih tau
ok

sesungguhnya sedikit salah jika pertanyaannya sebenarnya apa guna dari timbulnya busa?

kenapa sedikit salah?

karena sebenarnya busa adalah dampak/efek samping dari penggunaan surfaktan. Jadi, untuk pertanyaan kenapa harus ada busa klo itu memang tidak terlalu mempengaruhi kebersihan yang ada? jawabannya adalah karena busa akan selalu ikut dengan surfaktan, bagaikan puup (buang air besar) pastilah baunya  terikut, seperti itulah, heheehe

 

Tapi memang lalu konsumen menganggap bahwa busa inilah biang keladi kebersihan, sehingga muncul anggapan semakin banyak busanya maka akan semakin bersih cucian. Nah…anggapan inilah yang menjadi target marketing, sehingga marketing kemudian meminta kepada formulator agar membuat deterjen dengan busa yang berlimpah. lama kelamaan , hal ini menjadi sebuah pembohongan publik yang digembor – gemborkan melalui media masa, televisi, dan radio sehingga terjadi sebuah iklan yang kurang mendidik. sebagai pengetahuan, busa yang melimpah ini tidak semerta – merta formulator lalu menambahkan surfaktan. Hal ini bisa saja dilakukan dan akan meningkatkan daya bersih. Namun jelas produsen akan merugi besar karena harga surfaktan sangatlah mahal. Formulator biasanya menggunakan soap boosting/senyawa peningkat busa, yakni komponen senyawa yang bisa menjerap gas Carbon dioksida/udara lebih banyak sehingga timbul lebih banyak busa.

 

JIka anda masih kurang percaya bahwa busa tidak berpengaruh terhadap daya bersih, maka lihatlah detergen yang digunakan untuk mesin cuci. Deterjen ini sangatlah sedikit sekali busanya karena memang diminimalkan sehingga akan mudah sekali dalam pembilasan (irit air).

Lantas apa yang membuat bersih?

jawabannya adalah surfaktan yang diformulasikan dengan zat – zat lainnya sehingga bercampur dan dapat membersihkan.

Ada pertanyaan, kenapa tidak surfaktan saja?

karena selain harganya mahal, surfaktan

1. kurang efektif untuk tidak mengembalikan kotoran ke kain (antiredoposisi),

2. surfaktan dapat rusak dalam air yang tinggi kandungan logamnya (air sadah)(—> untuk deterjen matic sangat dibutuhkan, jika tidak, maka mesin anda akan banyak gumpalan- gumpalan kotoran akibat reaksi antara logam mesin anda dengan detergen)

3. surfaktan tidak bisa mencegah bakteri eek /bermetabolisme menghasilkan bau apek,

4.surfaktan tidak bisa mencegah karat pada mesin cuci (formula spesial),

5.surfaktan tidak bisa mengoksidasi kotoran /eek bakteri sehingga tidak menimbulkan bau (formula spesial juga ini)serta

6.surfaktan tidak bisa menngoksidasi kotoran sehingga menjadi putih clink – clink (deterjen yang mempunyai kemampuan ini dapat dibuktikan dengan penetesan betadine, jika betadine bisa hilang dalam sekejap, maka detergen ini punya kemampuan itu lebih tinggi)

 

 

Salam

Andy Eko Wibowo

Kepala laboratorium & Gudang PT.Indah Semesta Raya Detergen

(Anak Farmasi UGM –>Calon apoteker, amin amin amin, calonpengusaha sukses, amin amin amin. Calon Manager handal, amin amin amin, Calon KonsultanPerusahaan. amin amin amin.calon Bupati?jedeng!!!!hehehe..aminamin..lha jadi gubernur jelas g mungkinkan?)

 

Produsen Detergen oxydatif pertama di Indonesia. Bersih, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Detergen dengan BPOM dan DEPKES,

Harga bisa ditentukan dengan kantong dompet anda (formula berkualitas optimal)

Mitra kami adalah agent – agent loundry besar yang tersebar di penjuru Indonesia

Melayani konsultasi detergen dan segala permasalahan loundry.

Moto saya,

Jika belum tahu ilmiahnya, jangan lah mudah percaya.

0 komentar: