Total Pengunjung Blog

Search

Loading...

Blog Archive

Followers

Popular Posts

Tuesday, September 20, 2011

BAB 12

KUALIFIKASI DAN VALIDASI

PRINSIP

Cukup jelas

PERENCANAAN VALIDASI

12.1 Secara rinci validasi proses mencakup :

· konstruksi dan rancang bangun sarana

· peralatan, sarana penunjang, dan layanan yang kritis

· prosedur analisis

· kalibrasi instrumen

· bahan baku dan bahan pengemas;

· serah terima proses produksi dan/atau peningkatan skala bets;

· prosedur pengolahan induk dan prosedur pengemasan induk

· prosedur pembersihan dan

· personalia

Suatu validasi mensyaratkan peralatan dan instrumen yang digunakan dalam seluruh tahap validasi dan akhirnya juga dalam proses pembuatan masing-masing telah dikualifikasi dan dikalibrasi. Dalam konsep validasi, kualifikasi serta kalibrasi sering juga dikategorikan sebagai validasi, (lihat di atas). Tetapi untuk memperoleh pengertian yang jelas terhadap konsep validasi, “kualifikasi” hendaklah dibedakan dari “validasi”.

12.2.Rencana induk validasi – RIV merupakan dokumen yang menyajikan informasi mengenai program kerja validasi perusahaan tersebut. Dokumen ini hendaklah memberi rincian jadwal kerja validasi yang harus dilaksanakan.

12.3. Lihat Contoh Rencana Induk Validasi, Lampiran 12.3

12.4. Untuk proyek yang kompleks, RIV untuk validasi pembersihan dan validasi komputer dapat dibuat terpisah dari RIV Utama.

Lihat Contoh Rencana Induk Validasi Pembersihan, Lampiran 12.4

DOKUMENTASI

12.5. Lihat Contoh:

· Pedoman Validasi Proses Sediaan Solid (dalam rangka peningkatan untuk produksi bets), Lampiran 12.5a.

· Protokol Validasi Proses untuk Sediaan Solid, Lampiran 12.5b.

· Protokol Validasi Proses untuk Sediaan Semi Solid, Lampiran 12.5c.

12.6. Lihat Contoh:

· Protokol Kualifikasi Desain, Lampiran 12.6a

· Protokol Kualifikasi Instalasi, Lampiran 12.6b

· Protokol Kualifikasi Operasional, Lampiran 12.6c

· Protokol Kualifikasi Kinerja, Lampiran 12.6d

12.7. Cukup jelas.

KUALIFIKASI

Kualifikasi Desain (KD)

12.8. Cukup jelas

12.9. Cukup jelas

Kualifikasi Instalasi (KI)

12.10.Cukup jelas

12.11.Cukup jelas

Lihat contoh Proses Validasi/Kualifikasi Air untuk Injeksi, Lampiran 12.11

Kualifikasi Operasional (KO)

12.12.Cukup jelas

12.13.Cukup jelas

12.14.Cukup jelas

Kualifikasi Kinerja (KK)

12.15.Cukup jelas

12.16. Karena air merupakan bahan baku yang sangat penting, maka mutunya harus terkendali, sehingga kinerja sistim pengolahan air memerlukan kualifikasi yang programnya sebagai berikut:

Kualifikasi Kinerja Sistem Pengolahan Air

Fase Validasi

Durasi

Frekuensi Pengambilan Sampel

Keterangan

Kualifikasi Kinerja Fase 1

Minimal

2 – 4 minggu

Tiap hari di tiap titik pemantauan

· Pada fase ini air belum boleh digunakan untuk produksi.

· Parameter pengujian kimia dan mikrobiologi..

· Tujuan:

- Menetapkan parameter sistim pengolahan air termasuk titik pengambilan sampel.

- Menetapkan prosedur pengoperasian, pembersihan, sanitasi dan perawatan.

- Menetapkan batas waspada dan batas tindakan.

Kualifikasi Kinerja Fase 2

Minimal

2 – 4 minggu

Tiap hari di tiap titik pemantauan.

· Pada fase ini, air boleh digunakan bila memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

· Parameter pengujian kimia dan mikrobiologi..

· Tujuan memverifikasi parameter operasional yang ditetapkan pada Fase 1.

Kualifikasi Kinerja Fase 3

Minimal 52 minggu

Tiap hari dan dalam seminggu harus mencakup semua titik pemantauan

· Pada Fase ini, air boleh digunakan bila memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

· Parameter pengujian kimia dan mikrobiologi..

· Tujuan memastikan konsistensi kinerja selama 1 tahun yang mencakup variasi perubahan musim.

Lihat contoh Kualifikasi Kinerja Sistem Pengolahan Air, Lampiran12.16.

12.17.Cukup jelas.

Kualifikasi Fasilitas, Peralatan dan Sistem Terpasang (yang sudah ada)

12.18.Cukup jelas

VALIDASI PROSES

Umum

12.19.Cukup jelas

Lihat contoh Pedoman Validasi Proses Sediaan Solid, Lampiran 12.5a

12.20.I. Validasi Prospektif

Menyajikan bukti terdokumentasi bahwa suatu proses, prosedur, sistem, peralatan atau mekanisme yang dipakai dalam pembuatan obat bekerja sesuai yang dimaksud berdasarkan suatu protokol validasi yang dirancang sebelumnya;

atau

dalam kaitan validasi proses produksi: validasi yang dilaksanakan terhadap proses pembuatan produk baru atau terhadap proses pembuatan yang diubah dimana perubahan itu dapat berakibat pada karakteristik produk sebelum produk itu didistribusikan atau dipasarkan.

Untuk memastikan reprodusibilitas proses dalam pelaksanaan validasi prospektif hendaklah dibuat paling sedikit tiga bets.

II. Validasi Konkuren

Validasi yang dilaksanakan sambil melakukan produksi rutin untuk dijual. Bets dapat diluluskan berdasarkan serangkaian uji pengawasan mutu yang intensif, peninjauan kondisi pembuatan, dan persetujuan dari unit sistem pengendalian mutu.

III. Validasi Retrospektif

Validasi proses pembuatan produk yang telah dipasarkan yang dilaksanakan berdasarkan data pembuatan, pengujian dan pengawasan bets yang dikumpulkan;

IV. Suatu pengulangan dari validasi proses sebelumnya untuk memperoleh kepastian bahwa perubahan dalam proses/lingkungan proses (disengaja atau tidak) yang tidak mengakibatkan dampak yang merugikan terhadap karakteristik proses dan mutu produk.

IV. Validasi Ulang

Suatu pengulangan dari validasi proses sebelumnya untuk memperoleh kepastian bahwa perubahan dalam proses/lingkungan proses (disengaja atau tidak) yang tidak mengakibatkan dampak yang merugikan terhadap karakteristik proses dan mutu produk.

12.21.Cukup jelas

12.22.Cukup jelas

Validasi Prospektif (Prospective Validation)

12.23.

s/d

12.26. Cukup jelas

Validasi Konkuren (Concurrent Validation)

12.27. Dalam hal tertentu, produk yang sudah diproduksi secara rutin misalnya :

· perubahan pabrik pembuat bahan pengisi dengan spesifikasi yang sama

· perubahan mesin dengan spesifikasi yang sama

Untuk keterangan lebih rinci, lihat contoh Perubahan Kecil, Perubahan Besar Dan Uji Stabilitas, Lampiran 7.47.

12.28.Cukup jelas

12.29.Cukup jelas

Validasi Retrospektif (Retrospective Validation)

12.30.

s/d

12.33. Cukup jelas

12.34. Justifikasi yang dimaksud adalah berdasarkan pengkajian risiko (risk management). Apabila terjadi ketidakonsistenan hasil dari 10-30 bets, maka harus dilakukan validasi ulang terhadap proses pembuatan produk tersebut.

VALIDASI PEMBERSIHAN

12.35. Cukup jelas

Lihat contoh:

· Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode Pembersihan, Lampiran 12.35a.

· Protokol Validasi Pembersihan fluid bed dryer (FBD), Lampiran 12.35b.

12.36. Batas perolehan kembali dari validasi pemeriksaan residu hendaklah tidak kurang dari 70%.

12.37. Cukup jelas. Lihat contoh Protokol Validasi Pembersihan fluid bed dryer (FBD), Lampiran 12.35b.

12.38. Dapat digunakan metode matriks dan pengkajian risiko untuk memilih rentang produk dan proses yang serupa

12.39. Cukup jelas.

12.40. Cukup jelas.

12.41. Validasi prosedur pembersihan untuk bahan yang sangat beracun atau toksik, dapat dilakukan menggunakan simulasi dengan bahan lain yang tidak beracun namun mempunyai sifat kimia yang sama (sifat farmakologinya berbeda namun sifat fisika-kimiawinya sama)

PENGENDALIAN PERUBAHAN

12.42. Cukup jelas

12.43. Cukup jelas

VALIDASI ULANG

12.44. Perubahan yang signifikan adalah antara lain :

· perubahan besar bets tidak boleh menyimpang lebih dari 25% bets normal atau ditetapkan lain sesuai hasil pengkajian risiko.

VALIDASI METODE ANALISIS

12.45. Cukup jelas.

Lihat Contoh :

· Protap Validasi Metode Analisis, Lampiran 12.45a;

· Protokol Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar, Lampiran 12.45b;

· Laporan Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar, Lampiran 12.45c.

12.46. Cukup jelas.

12.47. Cukup jelas.

12.48. Terhadap metode analisis kompendial cukup dilakukan verifikasi yang umumnya hanya mencakup uji akurasi, presisi dan uji kesesuaian sistem. Lihat contoh Laporan Verifikasi Penetapan Kadar (Metode Kompendia), Lampiran 12.48.

12.49. Cukup jelas.

12.50. Perubahan tertentu lain yang mungkin memerlukan validasi ulang misalnya perubahan solvent.

13 comments:

Anonymous said...

Mas backgroundnya ora ngenaki dibaca

Rizal said...

mas dimana saya bisa downloade lampirannya saya cari kok ga ada???

Rizal said...

ini beber2 penting.. sasa membutuhkan cara menyusun RIV dan protap2 validasi dan kualifikasi.

Itheng cemani said...

silahkan cek email

Itheng cemani said...

http://itheng.blogspot.com/2011/09/download-cpob-2006-petunjuk-cpob-2009.html

Robi Darus said...

mas kirimin k emailku dong petunjuk opersional CPOB 2009 yg lengkap. kirim ke robydarus@gmail.com
aku lagi butuh banget, kebetulan aku lagi PKPA... matur nuwun yo mas....

riska ramdani said...

ka,tolong bantu untuk buat rencana induk validasi dan protokol pembuatan tablet asam mefenamat. trimakasih

riska ramdani said...

ka,tolong bantu untuk buat rencana induk validasi dan protokol pembuatan tablet asam mefenamat. trimakasih
email : nur_7naga@yahoo.com

Anonymous said...

mana sih lampirannya?? :s

ikka said...

mas minta tolong kirimin ke emailku dong petunjuk opersional CPOB 2009 yg lengkap soalnyaa aku download kok susah banget :( kirim ke c_ikk@yahoo.com
aku lagi butuh banget mas buat bekal PKPA di industri... suwun mas :)

Anonymous said...

siang mas,

bisa minta contoh protokol IQ mesin? kirim ke siskart15@yahoo.com ya...

Trims

Bucex said...

mas bisa minta contoh DQ IQ OQ PQ

email : roby.maxiair@gmail.com

Dharmawan Saputra said...

mas bisa minta contoh protokol KK FBD.? sama lampiran2nya kalo boleh mas ,kirim ke whanz.03@gmail.com
tks mas :D