Total Pengunjung Blog

Blog Archive

Followers

Popular Posts

Monday, September 26, 2011

    Buku Panduan : CLARKE'S ANALYSSYS

    SAMPEL PREPARATION menjadi hal yagn benar - benar penting…

    clip_image001

    Menempati 61 persen dari waktu, maka dikaitkan dengan kesalahan yagn terjadi, hal ini sangat berperan.waktu untuk sampel prosesing juga panjang, maka disitulah kita akan berbuat kesalahan.Dengan demikian orang analitik diharapkan harus menempuh jalan yang pendek preparasi untuk menempuh analisis. Jika dikatakan dalam bahasa ilmiah, maka preparasi sampel memiliki prosesing error distribution yang sangat besar…

    Bagaimana seharusnya menyiapkan sampel???

    misal

    Klor pheniramin

    clip_image002

    Kita lihat kepolarannya--> basa, karena ada N, kebasaan nya ada di kiri dan kanan...sifat asamnya tidak ada. Jelas basa dan sifat non polar dominan….

    klorpheniramin berada diserbuk bahan baku. Kadar besar, apakah kita mempersiapkannya dengan cara ekstraksi rumit, jelas tidak.

    Tetapi jika di :

    Tablet

    Spektro bisa, tapi harus diekstraksi, serbuk bahan baku dititrasi bisa, tapi klo tablet dititrasi bisa g? enggak, karena kadar kecil, maka harus PI dan USP spekstroskopi.

    Sirup

    Sirup untuk sedian anak - anak, ada pewarna, ada penambah rasa, tidak ada yang namanya sirup CTM thok, biasanya obat apa plus CTM, sehingga komponen kompleks, tidak mungkin titrasi, tidak mungkiin spektro, maka ekstrasksi ditempuh dengan dimana??

    Plasma

    CTM dalam plasma itu mengalami minum, baru metabolisme, maka kadarnya kecil sekali...ada campuran metabolit. Yang didalam plasma ada tinggal mikrogram. Mungkin kita titrasi??tidak mungkin…

    Maka kita jika akan menetapkan kadar, maka kita harus tanya, dalam apa dulu tuh senyawanya…..??????TANYAKAN!!!!

    Ada parasetamol masuk dalam tubuh, bisa oksidasi, bisa konjugasi glutatione, konjugasi glukoronat, sulfonat, dll….mercapturic acid...jadi klo parasetamol di minum , berapa kadarnya didalam phospahat, maka tidak bisa langsung di analisis, harus ada sampel preparation

    Setujukah kita klo kita menetapkan kadar tanpa menggunakan standar, bahan baku….?

    kita menggunakan standar saat ada metode komperasi, seperti metode -metode instrumentasi.--> wajib menggunakan standar. Klo titrimetri tidak usah..

    Gambar CTM….

    Dari chines pharmacopeu meminta pengukuran kadar dengan teknik ukur absorban dalam larutan terdiri 20 mikro g per ml dalam HCl 264 μm. hitung kadar CTM menggunakan 217 dengan nilai A 1 % 1 cm.

    A1% 1 cm HCl,264 μm = 217

    1 %=1g/100 ml -----217

    1 mg/ 100 -----------0, 217

    0, 242/0,217 x 1 mg/100 ml = kadar dari CTM..

    Klo ada faktor pengenceeran tinggal kalikan dengan Fp

    Britis farmakope--tablet teofilin 80,6 - 90, 8 % dan etileindiamanin tidak kurang dari 10, 9%

    Hitung kadar teofilin menggukana nilai A1 % 1 cm teofilin dalam larutan NaOH 0, 1M pada panjang gelombang 275 nm = 650

    Untuk etilendiamin, ditetapkan secara tetrimetri dengan larutan baku H2SO4 0,05 M, indikator arlarutan dfdsfjdsf

    Pak Dibyo tidak setuju, karena ada pemahaman buku
    The letter A 1 % 1 cm, huruf a sesudah niali iini nilainya adalah rata - rata dari beberapa pengukuruan yang dilaporkan plus minus 10 %.

    A 1 % 1 cm untuteophilin pada lamda 245=123a

    Yang berletter b, diukur sekali dengan unknow realibitly--> satu kali pengukuran /diukur. Mengapa tidak diperbaiki??pak dibyo g tahu...

    c- beberapa diantara terletak di luar plus minus 10 %

    Jadi, apabila harus mengukur, diharapkan ada respon standar yang sudah diketahui kadarnya...selain itu yang mengukur chinese farmakope bukan alat kita...

    Manakah ada senyawa yan gugus nya hanya seperti ini dapat di deteksi menggunakan UV??

    clip_image003

    Gapapentin, tanpa harus diderivitasi klo dia bahan baku oke, karena ada llone pair elektron rangkap tunggal rangkap semu… ini masih bisa dideteksi hplc menggunakan deteksi UV, tapi untuk spektro tidak bisa…

    tapi klo dalam campuran plamsa, atau tablet tidak bisa menggunakan HPLC deteksi UV, harus diderivatsasi.

    http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBcQFjAA&url=http%3A%2F%2Fejchem.net%2FPDF%2FV6NS1%2FS163-S170.pdf&rct=j&q=gabapentin%20UV&ei=pgGBTsSWLo7trQeVkPyqDg&usg=AFQjCNHa4h4TK32fTOitKQiQUfcydOIzUw&sig2=2zsw4XiU8G8k-cfIIRPkvw&cad=rja

    http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378434797005215

    Ekstraksi padat - cair

    Ekstraksi padat - cair --> sokletasi, ekstraksi jenis ini adalah ekstraksi dingin bukan ekstraksi panas...dibawah memang panas, tapi bukan ekstraksinya, hanya menguapkan uap nya. pertimbangkan bahwa obat tahan terhadap panas…

    Syarat manakala ekstraksi padat - cair :

    Sampel berupa zat padat serbuk bahan obat dalam campuran atau serbuk bagian jaringan tanaman.

    Cairan pengekstraksi berupa zat cair pelarut organik dan mudah diupakan, agar tidak ada masalah pada senyawa kita

    Analit zat diekstraksi tahan pemanasan..

    Keuntungan :

    Meghemat jumlah zat perlearut karena perlarut bersirkulasi

    Efisiensi waktu,

    Sampel yang mengandung analit berupa serbuk dengan derajat halus tertentu,(.dioptimasi ) , karena agar permukaan yang kontak dengan cairan lebih banyak..Ditimbang sejumlah tertentu dimasukan kantong yang terbuat dari kertas saring berpori … kertas selongsong ini jangan dijepit logam, namun dijahit. Serbuk sampel dalam kantong dimasukkan kedalam alat soklet direndam dahulu dengan asam atau basa terlebih dahulu

    Pelarut dipilih kriteri :

    Melarutkan analit yang ingin diekstraksi, dapat dicari melalui literatur, tidak toksik, tidak merusak analit, memiliki titidk didih yang tidak terlalu tingi. Seberapa yang dianggap titik didih tidak terlalut tinggi??

    Pelaksanaan ekstraksi, sesudah semua siap, nyalakan pemanas, atur suhu sedemikian rupa sehingga meghasillkan interval waktu terntetu antara sirkulasi pertama dan serkulasi berikut nya..berapa kali sirkulasi ekstraksi?sampai dianggap cukup..

    Hasil ekstrasi adalah semua yang terlarut di dalam pelarut yang kita gunakan, jangan dianggap hanya zat targetnya yang larut saja..

    Zat analit tersebut harus diproses lanjut untuk pemurnian

    Sokletasi untuk Kafeein

    clip_image004

    Asam atau basa???basa dibagian mana ?? N di nomer 5,...kafein hanya bersifat basa….relatif non polar atau polar..cenderung ke non polar...dia larut didalam kloroform.

    klo diekstraksi, pendingin tidak boleh terlalu pendek, dan tidak boleh ditutup

    clip_image005

    YANG TERJadi biji kopi diserbuk, direndam dalam basa..agar basa ketemu basa sehingga molekul tidak berubah, sehingga molekul utuh. Karena cendurung non polar, maka larut dalam kloroform.

    Kenapa orang menyeduh KOPi tidak menggunakan kloroform?? KOPI tidak salah disiapkan dalam air panas, karena dalam tanaman biasanya dalam garam yakni asam format, asam stearat sehingga larut dalam air…

    Nah ..kenapa menyiapkan sampel ekstrakdi tidak dalam air aja??karena nanti untuk mengambil kofein makin susah, harus memisahkan dalam bentuk garamnya…sehingga lebih mudah dilarutkan dalam pelarut dimana bentuk molekulnya larut dan mengubah bentuk garam ke bentuk molekul dengan penambahan suasana yang "seusai" dengan pKanya senyawa tersebut. Yang dimaksud sesuai , itu nanti ada aturannya. Hasil ekstraksi bisa berupa senyawa tunggal atau campuran.--> lakukan pemurnian

    Contoh ekstraksi cair-cair..

    1. Analit harus berada dalam cairan (pelarut pertama, tidak peduli larut atau tidak)
    2. Analita pada pelarut pertama akan diekstraksi ke pelarut kedua, karena kita butuh pemekatan...syarat pelarut kedua :

    harus melarutkan analit yang akan diekstraksi, tahunya dari text boook..klo belum ada, di MSDS senyawa..

    tidak bercampur dengan pelarut pertama, dan

    mudah diuapkan.

    Tahap selanjutnya

    1. Klo dipisahkan, masih ada analit di cairan pertama, maka di ulangi….

    (pake tabung reaksi juga boleh lho dalam mengekstraksi cair cair…lha klo sedikit kan kenapa harus pake ama itu namanya, lupa~!labu ekstraksi ya???). Lab BA-BE-->analitnya sedikit, tidak mungkin kan pake labu ekstraksi.

    Di dalam pemahaman kita, obat/bahan kita berada bisa di asam bebas, basa bebas, bisa jadi juga garam, atau netral

    Kita lihat obat bersfiat asam : klo lakukan ekstraksi dengan pelarut organidk dari lingkungan suasana asam.. Obat obat yagn bersifat asam dari rumus bangun…..maka perhatikan :

    sampel berada di cairan pertama, kita harus membuat larutan menjadi asam dengan cara penambahan asam. Agar tetap berada dalam bentuk molekul utuh.. Baru itu kita tambahan pelarut kedua yang tidak campur dll,,,lakukan penggojogan,

    Klo basa maka lakukan ekstraksi di lingkungan yang basa, trus Phnya berapa???

    Klo garam--larut dalam air, maka kembalikan dalam bentuk molekul nya dulu..

    Sebelum membahas lebih lanjut, akan ada kasus neh…

    Di pemeriksaan obat jamu dalam analisis balai pom, ada dua prosedur yang urutannya

    urutannya serbuk plus air, ditambah basa diperas--> saring--> ada cairan hasil penyaringan, setelah itu diasamkan, dtiambah pelarut organik, uapkan..(metode untuk analisis jamu yang diduga mengandung luminal).

    serbuk ditambah ari ditambah asam, aduk aduk peres, saring--> kemudian didapat cairan --> cairan dibasakan, ditambahkan pelarut organik kemudian di gojok terus ambil pelarut organik , uapkan baru TLC, HPLC (metode untuk analisis jamu yang diduga menandung Dextrometophan

    "Klo analis nakal, jalan yang ditempuh saat serbuk plus air adalah tidak ditambah asam atau basa , namun langsung disaring. Apa yang terjadi, tidak terkestraksi target analis". Senyawa target masih berada di Luminal atau Dextropetophan.

    Dari kasus tersebut dapat ditarik kesimpulan :

    INTINYA SENYAWA OBAT HARUS DIKEMBALIKAN DALAM BENTUK MOLEKULNYA

    KLO OBAT NETRAL DARI STRUKTUR, TIDAK USAH DI PIKIR ASAM ATAU BASA. TIDAK USAH DIATUR PH.

    Lalu berapa pH yang dikenakan pada pelarut (lingkungan senyawa) agar senyawa membentuk molekul?

 

Cara Memecah emulsi :

Menambah garam pada fase air, klo terjadi nempel g da batas, klo ditambah garam, air yang nempel di emulsi akan diambil garam..

Dipanaskan atau didinginkan labu ekstraksi

Saring melalui glasss wool…-->menyaring fetty material

Saring memalui kertas saring

Tambahkan sejumlah kecil pelarut organik yagn berbeda-->tambahkan etanol , maka etanola akan menggabung di air…

Sentrifugasi..

salah satu dari sekian, pasti bisa menghilangkan emulsi.

Pada saat kita menggojok di fase air dan oganik maka obat akan terdistriubsi ke fase organik dan fase air

Klo obat banyak di zat organik daripada air, maka maka obat mendekati non polar

clip_image007

Kokain, basa, kebasaannya ada di N, sifat asam tidak ada, non polar kecenderungannya, kebasaannya ditambah ada CH3 yang induksi . Basanya lewis karena tidak terion..

Klo dilarutkan dalam air : 1 bagian butuh 1300,

Klo dalam eter 1 bagian butuh 4

Klo dijadikan gram per mili maka KD jadi 172/1

Maknanya jika kita memiliki 172 molekul kokain digojok dalam eter dan air, maka 171 masuk keeter…

Bagaimana kita mengusahakan agar semua bisa terkekstraksi ke organik??

Efeisiensi ekstraksi tercapai apabila obat > 95 % dalam bentuk asam bebas atau basa bebasnya.. Jangan sampai dalam bentuk garam…

Usaha kita harus melihat nilai PKa senyawa kita

Dilihat senyawa asam kita berapa , misal Luminal PKa 7, 5.. Agar utuh maka pH larutan berada 2 level di bawah PKa. klo diturunkan 2 unit, lebih 95 % yang bentuk molekul.. Klo level diturunkan 1 unit , baru ada 90 % yang dalam bentuk molekul utuh, jadi belum sesuai efisiensi yang lebih dari 95 %.

Klo basa, liat pKa, maka pH larutan naikkan di 2 level diatas PKa..

Penetapan pka klo senyawa baru...bis a titrasi, spektroskopi, pelarut pada PH lingkungan berapa...

Lakukan ekstraksi berulang...apakah ekstraksi kita udah betul betul habis atau belum??hasil ekstraksi dilakukan dengan metode yang telah kita pilih.

clip_image008

Fenobarbital--asam, pKA 7, 3...

diekstraks dari eter lingkungan asam..turunkan menjadi 5

clip_image009

Difendilhidantoin -->asam,

pelarutnya apa lihat buku…

Metampiron--garam

maka dikembalikan kebentuk asamnya...klo di bahan baku , g usah diekstraksi klo di plasma dll baru diproses

clip_image010

Teobromin,

basa...ada sifat asam, tapi dominan basa

clip_image011

Propanolol

---basa di NH...asam dianggap tidak ada

clip_image012

Imipramind-(B)-basa…

clip_image013

Valethamate-garam

Jika dilihat molekulnya saja, maka dia basa.

clip_image014

Ibuprofen(A)

clip_image015

Morfin--> basa untuk ekstraksi...dominan basany daripada fenoliknya…

Ek

0 comments: